Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Palestina vs Israel

Mengenal Sosok Yahya Sinwar, Dianggap Ancaman Terbesar Oleh Israel, Miliki Julukan The Walking Dead

Sinwar sendiri dianggap mengancam Israel karena targetnya yang besar. PM Israel, Benjamin Netanyahu, dan pejabat lainnya memiliki julukan bagi Sinwar.

Editor: Isvara Savitri
Kompas.com/Serambinews.com
Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Usai serangan pada 7 Oktober 2023, Israel terus mengincar Yahya Sinwar.

Sinwar merupakan pemimpin Hamas di Gaza dan anggota politbiro Hamas sejak 2013.

Ia diduga sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang di Israel.

Saat itu, ia diduga bersama Mohammed Deif, komandan sayap militer Hamas, Brigade Al Qassam, dan Marwan Issa, wakilnya.

Sinwar sendiri dianggap mengancam Israel karena targetnya yang besar.

PM Israel, Benjamin Netanyahu, dan pejabat lainnya memiliki julukan bagi Sinwar, The Walking Dead.

Laporan Al Jazeera menyebut bahwa Sinwar, yang juga dikenal sebagai Abu Ibrahim, memiliki banyak sekali cerita tentang dirinya, yang sebagian besar menambah kesan bahwa ia adalah penjahat yang nyaris dikultuskan.

Letnan Kolonel Richard Hecht, juru bicara militer Israel, menyebut Sinwar sebagai "wajah kejahatan", sementara Presiden Amerika Serikat Joe Biden menggambarkan serangan yang diduga direncanakan Sinwar sebagai "kejahatan yang luar biasa".

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan bahwa jika Hamas tidak dikalahkan, Eropa akan menjadi sasaran berikutnya dan tidak ada yang akan aman.

Netanyahu sendiri telah melakukan upaya bersama untuk menyamakan Hamas dengan ISIL (ISIS).

Baca juga: PKB JRBM 2024-2025 Didaftarkan di Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Utara

Baca juga:  Daftar Caleg PDIP Sulut DPR RI dan Provinsi, dari Dokter, Pesohor, Jenderal hingga Kapten Kapal

Pria yang disebut sebagai "wajah kejahatan" ini lahir pada tahun 1962 di sebuah kamp pengungsi di Khan Younis, Gaza selatan, dari sebuah keluarga yang mengungsi dari geng-geng Zionis pada saat Nakba tahun 1948.

Mereka berasal dari al-Majdal, sebuah desa Palestina yang dihancurkan dan dibangun untuk menciptakan kota Israel, Ashkelon.

Sebelum berusia 20 tahun, pada tahun 1982, Sinwar pertama kali ditangkap oleh pihak berwenang Israel karena kegiatan keagamaan.

Pada tahun 1985, ia ditangkap lagi, dan selama masa tahanannya yang kedua inilah ia bertemu dan menjadi dekat dengan pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin.

Sinwar tertarik pada Hamas dan, pada usia 25 tahun, ia membantu mendirikan al-Majd, organisasi keamanan internal kelompok tersebut, yang membuatnya memiliki reputasi tanpa kompromi dalam menangani orang-orang Palestina yang berkolaborasi dengan Israel.

dsfdbgfk
Pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar.
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved