Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bemo Dibunuh

Sosok Opal, Pelaku Pembunuh Bemo Preman Manado, Ternyata Tersangka Warga 1 Kampung dan Masih Saudara

Menurut informasi yang diperoleh dari pelayat yang turut berkunjung, Bemo dan pelaku memiliki ikatan saudara.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Facebook Isti Bemo
foto kolase Bemo semasa hidup. Bemo adalah korban pembunuhan di Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kematian Indra Matheos alias Bemo menggemparkan warga Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Bemo yang dikenal sebagai preman dengan kelebihan ilmu kebal itu tewas dibunuh tadi malam Minggu 17 Desember 2023.

Tewasnya Bemo ini menyita perhatian warga Manado khususnya Manado Utara tempat Bemo berdomisili.

Baca juga: Pelaku Pembunuh Bemo di Manado Masih Punya Hubungan Saudara dengan Korban

Meski telah dibawa ke rumah sakit, nyawa Bemo tak tertolong.

Saat jasad Bemo dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi terpantau ratusan warga mengantar jenazahnya ke rumah sakit.

Bemo tewas dibunuh oleh pria berinisial NP alias Opal.

foto kolase Bemo semasa hidup. Bemo adalah korban pembunuhan di Manado
foto kolase Bemo semasa hidup. Bemo adalah korban pembunuhan di Manado (Facebook Isti Bemo)

Opal adalah warga satu kampung dengan Bemo atau dalam kata lain pelaku dan korban ini adalah warga di kelurahan yang sama.

Fakta lainnya ternyata pelaku dan korban atau Opal dan Bemo ini masih ada ikatan saudara.

Menurut informasi yang diperoleh dari pelayat yang turut berkunjung, Bemo dan pelaku memiliki ikatan saudara.

"Dari keterangan ibu Bemo, mereka berdua masih kena cucu bersaudara," ungkap salah satu pelayat kepada Tribunmanado.co.id, Senin, 18 Desember 2023.

Baca juga: Akhirnya Terungkap Sosok Pembunuh Bemo Preman Manado, Pelaku Bernama Opal Begini Kondisinya Sekarang

Menurutnya Bemo adalah orang yang baik dan suka menolong sesama.

"Dia sangat baik pada semua orang, apalagi warga disini," ucapnya lagi.

Kepergian Bemo jelas menjadi kepedihan yang mendalam bukan hanya pihak keluarga, tapi juga bagi para pelayat.

Sekadar diketahui korban yang bernama Bemo atau Indra Matheos (37) ini adalah warga Singkil, Kota Manado Sulawesi Utara ( Sulut ) yang terkenal sebagai preman.

Bahkan Bemo dikenal sebagai preman yang beberapa kali lolos dari upaya pembunuhan.

Bemo beberapa kali terlibat dalam kasus penikaman hingga perkelahian. 

Ketika Bemo lagi tidur ada sosok pria tak dikenal melakukan penikaman kepada Bemo namun beruntung Bemo masih selama hingga Ia dikenal sebagai sosok preman yang beberapa kali lolos dari upaya pembunuhan.

Kasie Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono saat dikonfirmasi mengatakan pelaku sudah ditahan oleh pihaknya.

Baca juga: Potret Ratusan Warga Antar Jenazah Bemo Preman Terkenal di Manado yang Tewas Dibunuh Tadi Malam

"Iya sudah kita tangkap," ujarnya.

Ia pun mengatakan pelaku mengalami luka cukup serius.

"Ada beberapa luka yang cukup serius," kata dia.

"Lukanya dibagian leher dan ada di kaki juga," tegas dia.

Saat ini Polresta Manado masih terus melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

Agus pun meminta agar warga tetap tenang dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Serahkan proses hukumnya pada kami," tegas dia.

Potret Ratusan Warga Antar Jenazah Bemo Preman Terkenal di Manado yang Tewas Dibunuh Tadi Malam

Minggu 17 Desember 2023 malam, warga Manado Utara dihebohkan dengan kematian preman terkenal di Manado bernama Indra Matheos atau Bemo.

Bemo kabarnya menjadi korban pembunuhan di Manado.

Bemo sempat dilarikan ke rumah sakit RS Medical Center Paal Dua , namun nyawanya tak tertolong.

Jenazah Bemo pun diantar ratusan warga dari RS Medical Center Paal Dua menuju ke RS Bhayangkara Manado untuk dilakukan otopsi.

Ratusan warga dari kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Manado itu terpantau Senin dini hari tadi mengantar jenazah Indra Matheos alias Bemo.

Bemo adalah korban pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Singkil ini.

Jasadnya dikawal ratusan warga dari RS Medical Center Paal Dua menuju ke RS Bhayangkara Manado.

Korban tiba di RS Bhayangkara Manado pada Senin 18 Desember 2023 sekitar pukul 00.04 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu meminta warga untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Serahkan penanganan hukumnya pada kami. Kami janji akan tangkap pelakunya," tegas dirinya. 

Diotopsi di RS Bhayangkara Manado

Jenazah Indra Matheos alias Bemo, korban pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Singkil, Kota Manado, dipindahkan ke RS Bhayangkara Manado.

Bemo diotopsi pada Senin 18 Desember 2023 sekitar pukul 00.03 Wita.

Proses otopsi Bemo dikawal oleh puluhan personil Polresta Manado.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu meminta agar warga menyerahkan penanganan kasus ini kepada polisi.

"Proses hukumnya serahkan saja pada kami," kata dia.

Ia pun menghimbau agar warga tetap tenang.

Pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran kepada pelaku.

"Pelakunya pasti kita tangkap," tegas dia.  

Berikut potret ratusan warga antar jenazah Bemo ke rumah sakit

Suasana RS Medical Center Paal Dua.
Suasana RS Medical Center Paal Dua. (Tribun Manado/Nielton Durado)

 

Warga yang datang melihat jenazah <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bemo' title='Bemo'>Bemo</a> di RS Bhayangkara <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/manado' title='Manado'>Manado</a>, Senin 18 Desember 2023.

Bemo Minta Maaf Secara Sopan, Ikuti Permintaan Petinggi Adat Minahasa

Sebelumnya Bemo sempat menggegerkan warga Sulut karena video pernyataannya viral karena dinilai menyinggung masyarakat Minahasa. 

Namun Saat itu Bemo sudah menyampaikan permohonan maaf dengan cara yang sopan. 

Tak sampai 1 x 24 jam setelah didesak minta maaf petinggi adat Minahasa.

Bemo mengikuti permintaan dari para petinggi adat Minahasa Andy Rompas Panglima Besar Manguni Makasiow, Adri Marentek Panglima Besar Brigade Manguni dan Meidy Runtunewe Tonaas Waraney Minahasa.

Saat membuat video pernyataan permohonan maaf, Bemo sudah menggunakan kaos dan menyampaikannya secara sopan.

Berikut pernyataan lengkapnya. 

"Saya Indra Mateos alias Bemo meminta maaf kepada seluruh warga Minahasa dan Tokoh-tokoh adat Minahasa.

Saya Bemo minta maaf beribu-ribu maaf. Saya khilaf, karena saya sudah pengaruh emosi. 

Saya sebagai Indra Mateos alias Bemo meminta maaf kepada seluruh warga minahasa dan Tokoh-tokoh adat Minahasa,' ujar Bemo

Bemo Menyerahkan Diri di Polda Sulut

Beberapa tokoh masyarakat di Sulawesi Utara ikut memberikan tanggapan terkait sikap Bemo alias IM yang telah menyerahkan diri di Polda Sulawesi Utara. 

Barisan Solidaritas Muslim Kota Bitung yang diwakili oleh Haji Rinto Pakaya mengaku bahwa pihaknya telah sepakat dengan keluarga dan meminta Bemo menyerahkan diri. 

"Alhamdulilah, Bemo siap menyerahkan diri dan inilah hasil dari kesepakatan kami dari Ormas Islam dan keluarga," jelasnya Jumat (20/5/2022)

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Ormas adat yang telah membantu mereka.

"Langkah ini dilakukan agar masalah ini tidak lagi membias," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Laskar Manguni Indonesia Pendeta Hanny Pantouw mengapresiasi komunikasi antar keluarga, rekan-rekan dan tokoh muslim beserta dirinya yang ikut mengawal Bemo ke Polda Sulut.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Ormas Adat Minahasa yang peduli akan hal ini,” jelas Pantouw.

Dia mengatakan, semua umat beragama yang ada Provinsi Sulut pada prinsipnya cinta damai terlebih khusus di Kota Manado, yang sejak dari nenek moyang kita sangat mencintai perdamaian.

“Harapan saya, agar kita semua setelah yang bersangkutan menyerahkan diri, biarlah proses hukum berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya Bemo alias IM, terlibat dalam kasus ujaran kebencian melalui media sosial.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast. 

"Bahwa benar, IM alias B telah diamankan oleh personel Ditreskrimsus Polda Sulut, pada hari Jumat (20/5/2022), sekitar pukul 16.00 WITA," ujarnya, Jumat malam.  

Diamankannya IM berdasarkan laporan yang diterima Polda Sulut pada tanggal 9 Mei 2022.  

"Yaitu tentang dugaan tindak pidana yang dilakukan IM, yang mengunggah atau melakukan ujaran kebencian di media sosial," jelasnya. (Nie/Ren/Pet)

Artikel terkait Bemo bisa klik sini

Baca Berita Lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved