Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kotamobagu Sulawesi Utara

Kisah Nurhayati Mantali, Pahlawan Kebersihan di Kotamobagu, Punya Anak Sarjana dan Anggota TNI

Inilah kisah petugas kebersihan jalanan atau tukang sapu jalan yang punya anak seorang sarjana dan anggota TNI.

Diki Gobel/Tribun Manado
Kisah tukang sapu jalan, pahlawan kebersihan yang mampu sekolahkan anak sampai sarjana dan juga ada yang menjadi anggota TNI 

Nurhayati punya suami yang bekerja sebagai tukang atau kuli bangunan.

Meski sudah tidak membiayai anak-anak mereka yang telah berkarir, keduanya masih membiayai sang cucu.

"Sekarang yang saya biayai hanya tinggal cucu SMA kelas 3," katanya.

"Alhamdulillah karena suami juga kerja terus. Suami kerja tukang bangunan," tambah Nurhayati.

Dengan pekerjaannya sebagai pahlawan kebersihan, Nurhayati mendapat upah kerja perbulan dari pemerintah.

Dirinya kemudian berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kesejahteraan para petugas kebersihan seperti dirinya.

"Tiap bulan Rp 2 juta gaji," ucapnya.

"Harapan kalau bisa ditambah sedikit gaji kami sebagai petugas kebersihan. Biar tidak banyak," tutup Nurhayati.

Sebagai tambahan, jam kerja petugas jalan biasanya bekerja delapan jam perhari, yang di mulai sejak pukul 04.30 WITA dan sampai 18.00 WITA, dengan pembagian waktu kerja tiga shift.(*)

Baca juga: Pahlawan Nasional yang Wafat di Sulawesi Utara, Tuanku Imam Bonjol dan Kyai Modjo

Baca juga: Potret Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kairagi Manado Sulawesi Utara

Baca berita lainnya di: Google News

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved