Selasa, 26 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Kata Prabowo Tanggapi Semua Kritikan kepada Gibran, Pejabat PDIP Baper

Kata Prabowo Subianto Tanggapi Semua Kritikan kepada Gibran Rakabuming. Para Pejabat PDIP Baper.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Prabowo Subianto Tanggapi Semua Kritikan kepada Gibran Rakabuming. Para Pejabat PDIP Baper. 

"Tidak langsung potong kompas karena ada karpet merah, misalnya, ya, sehingga semuanya ditabrak."

"Ini contoh-contoh yang tidak bagus menurut saya untuk anak muda.

Mohon maaf. Contoh tidak bagus," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, seharusnya Gibran sebagai anak muda mempunyai semangat berjuang dan bekerja keras dari bawah.

"Untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih bagus. Ini semangat anak muda."

"Bukan yang mengharapkan privilege (hak istimewa)," tuturnya.

Baca juga: PDIP Bakal Dicap Main Dua Kaki, Terbantahkan Jika Pecat Jokowi dan Gibran

Luapan perasaan kepada Jokowi dan Gibran yang berpaling

Luapan perasaan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang mewakilkan partainya mengenai isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih meninggalkan kubu 'Banteng Moncong Putih'.

Sekjen Hasto mengungkapkan rasa sayang partainya untuk Jokowi dan keluarga melalui dukungan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden (pilpres).

Sebagaimana aliran dukungan PDIP kepada Joko Widodo sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi Presiden RI dua periode.

Selanjutnya dukungan untuk putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam pertarungan Pilkada Wali Kota Solo.

Terakhir, menantu laki-laki Jokowi, yakni Bobby Nasution yang  juga didukung menjadi Wali Kota Medan.

"Seluruh simpatisan, anggota dan kader Partai sepertinya belum selesai rasa lelahnya setelah berturut-turut bekerja dari 5 Pilkada dan 2 Pilpres.

Itu wujud rasa sayang kami," kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10/2023).

Meski dukungan selama puluhan tahun diberikan PDIP, akan tetapi Partai Banteng tetap ditinggalkan oleh Jokowi dan keluarga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved