Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan di Subang

Viral Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Subang, Yosef Diduga Pinjam Uang untuk Bayar Kuliah Orang Mati

Anehnya dilihat dari surat perjanjian utang, Yosef mengaku meminjam uang demi keperluan kuliah anaknya, Amelia Mustika Ratu.

Editor: Indry Panigoro
Kolase Handover/Kompas TV
Viral Fakta Baru Kasus Pembunuhan di Subang, Yosef Diduga Pinjam Uang untuk Bayar Kuliah Orang Mati 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral lagi terungkapnya fakta baru kasus Pembunuhan di Subang.

Kasus pembunuhan di Subang telah memasuki babak baru.

Sudah ada 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Satu diantaranya Yosef.

Yosef adalah ayah dari korban Pembunuhan di Subang.

Yosef juga merupakan suami korban pembunuhan.

Dalam kasus ini sosok Yosef terus jadi sorotan.

Hingga terbaru ada fakta baru yang terungkap.

Fakta ini pun kini jadi viral.

Terkuak ada permintaan utang baru dari sosok tersangka Kasus Subang Yosef Hidayah.

Hal ini terkuak dari anak sulung Yosef dan Tuti Suhartini, Yoris. Yoris bercerita ada seseorang yang menagih utang ayahnya yang bernilai fantastis.

Utang tersebut diduga dibuat Yosef pada bulan Maret 2023 dan janji bakal dibayar pada tahun 2024.

Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef diduga data siswanya fiktif
Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef diduga data siswanya fiktif (Kolase TribunJabar.id | TikTok)

Anehnya dilihat dari surat perjanjian utang, Yosef mengaku meminjam uang demi keperluan kuliah anaknya, Amelia Mustika Ratu.

Padahal Amel sudah meninggal dunia pada tahun 2021 menjadi korban pembunuhan bersama sang ibu, Tuti Suhartini.

Mirisnya lagi Yosef merupakan satu di antara empat orang yang menjadi tersangka pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut.

Diketahui Yosef, istri mudanya Mimin, anak Mimin Arghi dan Abi, serta Danu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Yosef dan Danu sudah ditahan, sementara Mimin Arghi dan Abi masih wajib lapor.

Setelah Yosef ditangkap, Yoris bercerita ada seseorang yang datang ke rumahnya dengan tujuan menagih utang ayahnya.

Orang tersebut kemudian menemui istri Yoris. Hal itu diungkapkan pengacara Yoris, Leni Anggraeni dikutip dari YouTube Diskursus Net, Sabtu (28/10/2023).

Nominal uang yang dipinjam Yosef pun terbilang besar yakni Rp 55 juta.

Yoris (34) anak sekaligus kakak dari korban pembunuhan di bagasi mobil Alphard di Subang saat ditanya wartawan di Polsek Jalan Cagak Polres Subang, Jumat (20/8/2021).
Yoris (34) anak sekaligus kakak dari korban pembunuhan di bagasi mobil Alphard di Subang saat ditanya wartawan di Polsek Jalan Cagak Polres Subang, Jumat (20/8/2021). (Tribun Jabar/ Dwiky Maulana Vellayati)

Leni mengaku sempat melihat surat perjanjian utang yang dibuat Yosef.

Di sana tertulis, Yosef meminjam uang pada Maret 2023 dan berjanji bakal melunasi tahun 2024.

"Saya baca perjanjian surat pernyataan utangnya," kata Leni.

Leni menyebut, orang itu sengaja menagih utang Yosef kepada Yoris lantaran tahu Yoris bekerja sebagai kepala sekolah di Yayasan Bina Prestasi Nasional.

Pasalnya Yosef menjanjikan bayar utang menggunakan dana bos.

"Alasanya menagih ke Yoris karena tersangka Y sudah dipenjara akhirnya nagih ke Yoris. Karena Yoris memegang sekolah yang mencairkan uang di sekolah, karena Y janji bayar utang dengan dana BOS. 'Dana BOS bukan untuk bayar utang itu buat operaisonal sekolah'," jelas Leni menirukan ucapan Yoris.

Yang membuat Leni merasa janggal, Yosef meminjam uang Rp 55 juta itu dengan tujuan membayar kuliah Amel.

Padahal saat Yosef mengajukan pinjaman, Amel sudah meninggal sejak dua tahun sebelumnya.

"Bekas apa? Katanya bekas kuliah Amel, ini kan ada kecurigaan saya. Lucunya itu buat kuliah Amel,"

"Amel kan udah meninggal 2021 ini utangnya Maret 2023. Apa iya ini uangnya untuk kuliah orang yang meninggal," ucap Leni.

Penagih utang bahkan sampai melontarkan ancaman.

Ia mengancam akan membongkar borok sekolah bila utang Yosef tak dilunasi.

"Sampai ada yang mengancam, 'Saya bongkar sekolah bahwa yayasan bapakai dana BOS sedangkan siswanya sedikit'. Yoris gak takut, 'Silahkan aja, saya punya pertanggungjawabannya," kata Leni Anggraeni.

Yoris sendiri menolak membayarkan utang ayahnya.

Ia justru berharap bila memang terbukti bersalah agar ayahnya dihukum mati.

"Jangankan mau bayar Hutangnya, yang ada juga kalau bisa dihukum mati. Boro-boro mau bayarin utang," kata Leni.

Ada kecurigaan lain yang diungkap Leni, penagih utang mengaku tetangga Yosef di Cijengkol.

Bila memang benar, mengapa penagih tak menagih uang itu ketika Yosef belum dipenjara?

"Orang ini tetangganya di Cijengkol. Selama ini kemana saja, kenapa nagihnya gak ke sana (rumah Yosef dan istri muda)," katanya. (*)

Artikel diolah dari TribunJakarta.com

Penulis: Siti Nawiroh

Sumber: Tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com 

Baca Berita Lainnya di: Google News


Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved