Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Rut 1:14-16, Teladan Hidup Rut
Tidak hanya itu. Hal yang lebih luar biasa lagi adalah, Rut menyatakan Kredo (pengakuan imannya) di hadapan Tuhan disaksikan oleh Naomi.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan harian Kristen kali ini dijabarkan dari kitab Rut 1:14-16.
Judul renungan kali ini yaitu teladan hidup Rut.
Orpa, isteri Mahlon yang telah meninggal itu akhirnya menyerah atas desakan Naomi untuk pulang ke negerinya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 119:20-21, Kebenaran Tak Bergeser
Sambil menangis dengan kerasnya bersama ipar dan mertuanya, Orpa kemudian mencium Naomi dan Rut, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Orpa minta diri dan pergi kepada bangsa dan allahnya.
Lain lagi dengan Rut, isteri Kilyon yang juga sudah mati itu. Dia tetap bertahan.
Dia menyatakan komitmennya hidup bersama mertuanya. Dia mau sehidup semati dengan Naomi.
Baca juga: Renungan Harian Kristen, Mazmur 39:8, Pengharapan Versus Optimisme
Dia siap menderita bersama Naomi. Padahal Rut tahu bahwa mertuanya itu sudah tidak punya apa-apa lagi.
Itu artinya tinggal dengan Naomi berarti dia harus siap menderita dan membanting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri.
Bahkan mengingat Naomi semakin tua, Rut harus siap-siap menghidupi Naomi dengan harus bekerja keras bahkan siap menderita.
Rut konsisten dengan komitmennya hidup bersama mertuanya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Korintus 12:12-13, Yesus Kristus Satu Untuk Semua
Dia memegang komitmen dan kesetiaannya hidup bersama dengan Naomi, meski secara hitungan jasmani dan materi, tidak menjanjikan apapun, kecuali kesulitan dan kepahitan hidup yang menghadang karena keadaan kehidupan mereka.
Rut sangat setia kepada mertuanya. Dia sangat menyayangi Naomi karena Naomi telah mengajar dan memberi teladan yang baik dalam hidupnya.
Bagi Rut, nilai kehidupan lebih penting dari harta dan kekayaan.
Itulah komitmen kesetiaan Rut yang luar biasa kepada mertuanya. Sungguh dia adalah menantu yang baik hati dan setia yang jadi teladan bagi semua orang.
Tidak hanya itu. Hal yang lebih luar biasa lagi adalah, Rut menyatakan Kredo (pengakuan imannya) di hadapan Tuhan disaksikan oleh Naomi.
Di depan Naomi dia mengaku iman percayanya bahwa Allah Naomi adalah Allah Rut juga.
Artinya dia sedia menyembah Allah yang dipercaya Rut.
Dia bukan hanya bersedia hidup bersama Rut tapi juga siap menyembah Allah Bapa dalam kesetiaan dan ketaatan pada Sang Pencipta.
Hal inilah yang membuat Naomi sangat terkesan.
Jelaslah bahwa Kredo Rut itu adalah adanya dorongan Roh Allah.
Tapi juga hal yang cukup memengaruhi sehingga dia percaya pada Allah, adalah faktor Naomi. Naomi bukan hanya mengajarkan tentang firman Allah, tapi melakukan dan meneladankannya kepada Rut dan juga Orpa.
Inilah sebabnya, Rut memilih mengikuti Naomi dan menaati Tuhannya Naomi.
Hal lain yang luar biasa ditunjukkan oleh sosok Rut adalah soal sikap nasionalisme kebangsaan Rut.
Bahwa ketika dia telah mengikut Rut, maka dia akan cinta tanah airnya Rut juga. Yehuda atau Israel akan menjadi bangsanya.
Sehingga meski dia menjadi orang asing di Israel, namun dia memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Sebab bangsa Naomi adalah bangsa Rut juga.
Rut siap hidup sesuai aturan negaranya Naomi juga sesuai iman percayanya Naomi.
Sekali lagi, semua karena pengaruh sosok seorang ibu yang adalah janda yang luar biasa, yakni Naomi.
Bahwa meski Naomi hidup di tengah masa sulit bahkan penuh kepahitan, tidak menghalangi dia hidup berkenan kepada Allah.
Dia mengutamakan Allah dan selalu memuliakan Allah.
Apapun pergumulannya, tidak menjadi alasan bagi dia untuk mengkhianati Tuhan dan bangsanya. Inilah yang mengesankan bagi Rut yang kemudian membentuk kepribadian Rut, hingga dia memilih hidup bersama Naomi.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;" (ay 14-16)
Sahabat Kristus, ada dua sosok wanita luar biasa di balik kisah ini. Ya, mereka adalah Naomi dan Rut.
Keduanya memberi contoh dan teladan yang sederhana namun penuh makna, yakni hidup rendah hati, setia dan taat kepada Allah.
Naomi mengajarkan dan meneladankan, Rut mengikuti dan melakukan teladan Naomi.
Hal ini yang membuat dia lebih mengenal Allah lagi dan memilih hidup di dalam Allah Israel. Karena Rut tahu bahwa hanya Dia sajalah Allah yang hidup, benar, adil, jaya dan berkuasa selama-lamanya.
Teladanilah Rut. Komitmen dan konsisten lah dengan Kredo yang pernah kita ucapkan dan lakukanlah dengan baik dan benar. Pasti Tuhan menyertai, memelihara memberkati kita. Amin
