Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel Palestina

Hamas Bebaskan Dua Sandera, Seorang Ibu dan Putrinya, Joe Biden Ucapkan Terima Kasih kepada Qatar

Judith Raanan dan putrinya, Natalie Raanan, warga Amerika Serikat, bebas setelah selama beberapa waktu menjadi sandera Hamas.

US EMBASSY IN JERUSALEM/AFP/HO Tribunnews.com
Gambar selebaran milik kedutaan Amerika Serikat di Yerusalem yang diambil pada tanggal 20 Oktober 2023 menunjukkan Natalie Shoshana Raanan (kiri) dan Judith Tai Raanan berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Joe Biden, setelah disandera dan kemudian dibebaskan oleh Hamas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Judith Raanan dan putrinya, Natalie Raanan bebas setelah selama beberapa waktu menjadi sandera Hamas.

Ibu dan anak yang berasal dari Amerika ini menjadi sandera pertama yang dibebaskan Hamas sejak serangan mendadak 7 Oktober lalu.

Pembebasan 2 sandera Amerika oleh Hamas terjadi setelah upaya diplomatik Qatar.

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat, pun mengucapkan terima kasih kepada Qatar dan Israel atas kemitraan dalam menjamin kebebasan Judith dan Natalie.

Upaya Qatar Bebaskan Sandera Hamas

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, pembebasan kedua sandera tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Mereka harus melakukan komunikasi intens selama beberapa hari dengan semua pihak.

Qatar berharap komunikasi tersebut dapat membebaskan semua sandera dari berbagai negara.

Dalam pembebasan kedua sandera tersebut, juga mendapatkan bantuan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

ICRC membantu membawa kedua sandera dari Gaza ke Israel.

“Komite Palang Merah Internasional (ICRC) membantu memfasilitasi pembebasan ini dengan mengangkut para sandera dari Gaza ke Israel, menggarisbawahi dampak nyata dari peran kami sebagai aktor netral di antara pihak-pihak yang bertikai,” kata organisasi tersebut.

ICRC mengungkapkan mereka ingin semua sandera dibebaskan.

Apabila semua sandera dibebaskan, mereka berjanji akan memfasilitasi semuanya.

“ICRC terus menyerukan pembebasan segera semua sandera. Kami siap mengunjungi para sandera yang tersisa dan memfasilitasi pembebasan di masa depan setelah kesepakatan yang dicapai oleh para pihak," jelasnya.

Qatar berharap dialog akan mengarah pada pembebasan semua sandera sipil dari setiap negara.

Upaya Komite Palang Merah Internasional

Komite Palang Merah Internasional membenarkan pihaknya berkontribusi dalam upaya pembebasan kedua warga negara Amerika Serikat tersebut.

“Komite Palang Merah Internasional (ICRC) membantu memfasilitasi pembebasan ini dengan mengangkut para sandera dari Gaza ke Israel, menggarisbawahi dampak nyata dari peran kami sebagai aktor netral di antara pihak-pihak yang bertikai,” kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

“ICRC terus menyerukan pembebasan segera semua sandera. Kami siap mengunjungi para sandera yang tersisa dan memfasilitasi pembebasan di masa depan setelah kesepakatan yang dicapai oleh para pihak," tambah mereka.

Alasan Hamas Bebaskan 2 Sandera-nya

Juru bicara Hamas, Abu Ubaida, mengatakan sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedeen al-Qassam mengungkapkan alasan 2 warga Amerika tersebut dibebaskan, dikutip dari Al Jazeera.

Ia mengatakan alasan kedua sandera tersebut dibebaskan karena alasan kemanusiaan setelah upaya mediasi Qatar.

(Tribunnews.com/Farrah Putri/Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)

Diolah dari artikel di Tribunnews.com berjudul Hamas Bebaskan 2 Sandera asal AS, Seorang Ibu dan Putrinya, dan di Kompas.com dengan judul Hamas Bebaskan 2 Sandera Asal AS, Ungkap Alasannya

Baca Berita Lainnya dari Tribun Manado di sini

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved