Operasi Mantap Brata Samrat
Waspada Berita Hoaks, Polda Sulawesi Utara Turunkan Tim Cyber Patrol untuk Monitor Situasi
Masyarakat pun diminta harus cermat untuk menilai apakah informasi tersebut adalah pengalihan atau pembuatan isu berita tidak benar.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menjelang Pemilu 2024, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Setyo Budiyanto, mengimbau agar masyarakat mewaspadai berita hoaks.
Dia meminta masyarakat jangan cepat terpengaruh dengan berita yang sangat tidak bisa dipertangunggjawabkan dengan sumber yang tidak jelas.
"Harus dicek kebenarannya, apalagi jika ada informasi yang dengan sengaja diciptakan untuk menciptakan suasana yang tidak kondusif," ujar Irjen Pol Setyo Budiyanto, Selasa (17/9/2023)
Masyarakat pun diminta harus cermat untuk menilai apakah informasi tersebut adalah pengalihan atau pembuatan isu berita tidak benar.
Selain itu, Irjen Pol Setyo Budiyanto menjelaskan jika saat ini pihaknya tengah memanfaatkan cyber patrol untuk menjaga situasi di Sulawesi Utara.
"Kita berusaha melakukan penegakan hukum kalau ada masyarakat atau oknum yang melakukan berita hoaks tersebut," jelasnya.
Diketahui tim cyber patrol adalah pasukan siber yang bertugas memantau aktivitas maupun pergerakan jaringan teroris dan kejahatan siber lainnya melalui dunia maya.
Terjunkan 6000 Personel
Polda Sulawesi Utara dan seluruh jajaran menggelar Operasi Mantap Brata Tahun 2023-2024 dalam rangka pengamanan seluruh tahapan pemilu.
Pelaksanaan Operasi Mantap Brata ini diawali dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di halaman Polda Sulut, Selasa (17/10/2023).
Baca juga: Normalisasi 3 Sungai di Manado, Steve Kepel Sebut Tunggu LO dari Kejati Sulawesi Utara
Baca juga: Tips Public Speaking! Amalkan Bacaan Doa Berikut Agar Tak Gugup
Operasi ini akan dilaksanakan selama 222 hari, pada tanggal 19 Oktober 2023-20 Oktober 2024.
Hal Ini menandakan bahwa pelaksanaan pengamanan rangkaian pemilu sudah mulai dilaksanakan.
Kapolda Sulut, Irjen Pol Setyo Budiyanto, mengatakan operasi Mantap Brata ini diikuti oleh 261.695 personel di seluruh Indonesia, yang didukung oleh personel TNI dan seluruh stakeholder terkait, yang siap untuk melaksanakan segala penugasan.
"Khusus di Sulawesi Utara sendiri, pasukan Polri yang diturunkan sebanyak kurang lebih 6 ribu personel yang berasal dari Polda Sulut dan seluruh jajaran atau 2/3 kekuatan yang ada," ujarnya.
Ia berharap kepada seluruh elemen masyarakat untuk membantu menyukseskan Pemilu 2024.

"Kepada seluruh masyarakat, mari bersama TNI-Polri dan seluruh stakeholder untuk menjaga situasi agar keamanan, ketertiban di Sulut tetap terjaga secara kondusif dan bisa melaksanakan aktivitas kemasyarakatan dengan sebaik-baiknya," pesan Irjen Pol Setyo Budiyanto.
Dia mengatakan berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Bawaslu, terdapat 5 provinsi dan 85 kabupaten/kota di Indonesia yang berkategori kerawanan tinggi, serta berdasarkan IKP Tahap III Polri, terdapat 2 provinsi dan 1 kabupaten/kota berkategori sangat rawan, dan Sulawesi Utara merupakan salah satunya.
"Bawaslu sudah menetapkan bahwa daerah Sulut salah satu daerah yang sangat rawan dalam pemilu. Mari kita ubah yang sangat rawan itu menjadi aman. Dan saya yakin masyarakat mendukung untuk merubah dari sangat rawan menjadi aman," katanya.(*)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.