Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Seleb

Sosok Sofia WD Intelijen Cantik Era Kemerdekaan, Dikenal Sebagai Artis dan Sutradara Terkenal

Siapa yang tak kenal Sofia WD, artis dan sutradara legendaris yang ikut jadi pelopor dunia perfilman di Indonesia.

Editor: Alpen Martinus
Handover
Indonesia ternyata memiliki seorang artis yang juga berprofesi sebagai mata-mata alias intelijen, bak di film Hollywood. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia ternyata punya sosok intelijen cantik dan diakui hingga ke dunia internasional.

Banyak memang yang tak mengetahui identitas sebenarnya.

Mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah seorang artis.

Baca juga: Terima Info Intelijen, Presiden Jokowi Mengaku Tahu Pergerakan Semua Partai Jelang Pilpres 2024

Namanya Sofia WD, ia ternyata sepenuh hati menjalani tugasnya.

Sebab selain artis, ternyata ia juga sebagai seorang sutradara.

Sehingga memang ia bebas kemana saja, dengan alasan seorang artis.

Siapa yang tak kenal Sofia WD, artis dan sutradara legendaris yang ikut jadi pelopor dunia perfilman di Indonesia.

Baca juga: Bahas Fungsi Intelijen, Lapas Tondano Ikut Materi Teknis Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumhan Sulut

Sofia telah membintangi ratusan film di Indonesia sejak era kemerdekaan.

Namun, di balik karirnya yang gemilang sebagai aktris dan sutradara film, Sofia tetap setia dengan perjuangannya sebagai agen intelijen.

Ia menggunakan kesempatan-kesempatan saat syuting film di berbagai daerah untuk mengumpulkan informasi penting tentang situasi politik dan militer di Indonesia.

Ia juga membantu menyelundupkan senjata dan amunisi untuk para pejuang kemerdekaan.

Baca juga: Intelijen Kejaksaan Agung Sambangi KPU Sulawesi Utara, Deteksi Kerawanan Pemilu 2024

Salah satu peristiwa penting yang melibatkan Sofia sebagai agen intelijen adalah Peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.

Seperti dilansir dari Tribun Trends.

Peristiwa ini adalah sebuah percobaan kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) dan sekelompok perwira militer yang disebut Gerakan 30 September (G30S).

Mereka menculik dan membunuh enam jenderal Angkatan Darat, lalu mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved