Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Jasad Utuh dan Wangi

Kisah Suarma, Sosok Pandai Besi yang Jasadnya Utuh dan Wangi, Tak Pernah Tinggalkan Salat

Kisah ini berawal saat pemilik lahan, yakni PT PLN menginginkan makam-makam di lahan mereka dobongkar.

Editor: Rizali Posumah
Surya.id
Jasad Suarma Bin Sanijan tetap utuh dan harum meski sudah meninggal puluhan tahun. 

Mengenai itu, UAS, sapaan akrab Ustadz Abdul Somad, menyampaikan penjelasan dari sisi ilmiah pun hadist.

Melansir Tribun Bogor, Ustaz Abdul Somad melihat fenomena tersebut dan berbicara seimbang.

"Kata sebagian pakar bumi dan kata dokter pada beberapa jenazah yang ditemukan utuh, katanya terjadi pengapuran. Jadi kulit berubah menjadi kapur. Cacing tidak mau makan kapur," ucapnya.

Terkait hadist, Ustaz Abdul Somad berbicara memberikan penjelasan mendetail.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad menegaskan, jika jasad para nabi diharamkan dimakan cacing di tanah.

"Dalam hadist nabi, sholawat kalian akan dibawa ke makamku, sholawat kita dari masjid Salman itu dibawa ke makam nabi di Madinah," paparnya.

"Lalu sahabat nabi itu bertanya dan tidak diam. Dia bertanya bagaimana mungkin sholawat kami dibawa ke makammu, kamu kan sudah mati dimakan cacing tanah. Nabi menjawab, Allah SWT mengharamkan tanah memakan jasad para nabi," sambungnya.

Terkait dengan yang terjadi di Leuwisadeng, Ustaz Abdul Somad juga menjelaskannya.

"Ulama juga pewaris para nabi. Perbuatannya mengikuti nabi. Itu jasad orang tidak dimakan cacing tanah. Makam orang-orang soleh jasadnya utuh," ungkapnya.

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved