Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Sulawesi Utara

Siap Bangkit Kembali, Persmin Minahasa Bakal Gelar Kongres Pemilihan Ketum Baru

Persmin Minahasa dengan Julukan Manguni Makasiouw ini siap bangkit kembali dikancah sepakbola Sulawesi Utara bahkan Nasional.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Chintya Rantung
IST
Skuad Tim Persmin Minahasa saat itu berlaga di Liga 3, di Markas Stadion Maesa Tondano 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa yang tak kenal klub sepakbola dengan Julukan Manguni Makasiow.

Ya, Persmin Minahasa dengan Julukan Manguni Makasiouw ini siap bangkit kembali dikancah sepakbola Sulawesi Utara bahkan Nasional.

Klub sepakbola yang bermarkas di Tondano, Kabupaten Minahasa ini didirikan di Minahasa pada tahun 1963.

Stadion Maesa Tondano, menjadi markas klub kebanggaan masyarakat Minahasa ini dengan daya tampung sekitar 30.000 penonton.

Sekretaris Umum Persmin Minahasa Acin Marsaoly menjelaskan awal mula prestasi klub ini yakni ketika mulai berkiprah dari Divisi 3, Divisi 2 hingga Divisi 1 di Kancah sepakbola Nasional.

"Saat itu akhirnya Persmin Minahasa masuk pada Kompetisi tertinggi di Indonesia yaitu Liga Utama pada tahun 2005 dan keluar sebagai juara 3," jelas Marsaoly kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (7/9/2023).

Lanjutnya, lewat dukungan dari masyarakat dan Pemerintah kala itu, membuat Persmin boleh berjaya dan mengharumkan nama Sulawesi Utara dikancah Sepakbola Nasional.

Pasalnya, waktu itu pembiayaan Klub Persmin Minahasa masih diperbolehkan menggunakan anggaran APBD Kabupaten Minahasa.

"Hanya, seiring berjalannya waktu, masa-masa kejayaan itu kian pudar, karena dukungan finansial untuk pembiayaan Persmin Minahasa sudah tidak bisa lagi menggunakan anggaran ABPD," beber Acin.

Hal ini, kata dia, membuat perjalanan Persmin Minahasa di Kanca Sepak Bola Indonesia sudah tidak lagi seperti tahun 2005.

"Imbasnya, Persmin Minahasa didegradasi ke Divisi I, kemudian didegradasi lagi ke Divisi II, yang pada akhirnya sampai didegradasi ke Divisi III," ujarnya.

Hal ini, disebabkan karena tidak ada yang mempedulikan Klub Berjuluk Manguni Makasiouw ini.

Namun, seiring berjalannya waktu muncul seorang Pemerhati sepak bola yang bisa dikatakan orang gila bola yang dengan berani menggelontorkan uangnya untuk kemajuan Persmin Minahasa.

"Hal ini ia lakukan mulai tahun 2010 sampai saat ini, telah banyak kepunyaannya yang hilang akibat ingin memajukan Persmin Minahasa, beliau didampingi oleh Pelatih gila Bola Coach Rudi Manumpil dan Almarhum Coach Edwin Tampemawa," terang Acin.

Perlu dijelaskan, bahwa Persmin Minahasa awalnya dipegang oleh Bupati Minahasa sebagai Ketua (Jabatan Exofficio), hal ini berjalan sampai pada tahun 2020, dan kemudian pada tahun 2021 Pengurus Persmin Minahasa bersama-sama dengan Pemerhati Sepak Bola yang ada di Kabupaten Minahasa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved