Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Roma 15:22-33, Keamanan Orang Merdeka

Jangan lupa, kita hidup di dunia yang penuh mara-bahaya, namun Kristus berjanji senantiasa bersama kita.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
pixabay.com
Bacaan Alkitab Roma 15:22-33, Keamanan Orang Merdeka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjadi orang Kristen bukanlah hal yang mudah dilakukan, tak seperti pemikiran banyak orang.

Bacaan Alkitab Kali ini membahas soal Keamanan Orang Merdeka.

Diambil dalam kitab Roma 15:22-33.

Baca juga: Bacaan Alkitab Roma 15:14-21, Kemegahan Orang Merdeka

Firman Tuhan :  “..supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana.” (Ay.31)

Akibat pandemi covid 19, pemerintah terus mengupayakan memberi bantuan sosial kepada mereka yang terdampak.

Namun yang menjadi persoalan, ada saja orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyalahgunakan bantuan tersebut.

Bantuan yang diberikan pada orang yang mungkin sedang terkapar karena terpapar oleh virus ini, diselewengkan oleh oknum-oknum atau kelompok yang jelas tidak berbelas kasihan.

Baca juga: Bacaan Alkitab 2 Korintus 5:17, Kristus Menjadikanku Baru

Ini sebuah ancaman yang sangat menggangu dan merugikan, bahkan mengakibatkan korban terus bertambah.

Ancaman terhadap keamanan bangsa ini rupanya belum berhenti, bahkan sampai di saat-saat bangsa ini merayakan hari kemerdekaannya yang ke 75.

Tidaklah mengherankan banyak orang yang tergerak untuk berdoa bagi bangsa ini.

Ketika Paulus sedang dalam rencana perjalanan ke Roma bahkan ke Spanyol, ia singgah di Yerusalem untuk membawa bantuan bagi orang percaya yang miskin di kota itu.

Baca juga: Bacaan Alkitab Roma 12:9-21, Kasih Orang Merdeka

Namun rupanya ada ancaman dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, yang bisa mengganggu penyaluran bantuan itu.

Ia meminta jemaat Roma turut bergumul dalam doa dengannya, agar terhindar dari niat jahat itu.

Ia tidak sudi bila bantuan dari orang-orang Kristen non-Yahudi (di Korintus) itu menjadi salah sasaran.

John Witmer mengatakan, “Paul was aware of the problems that lay before him in Jerusalem (Acts 20:23), and he was deeply concerned that the offering from the Gentile Christians be delivered and distributed properly.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved