Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Detik-detik Capres Ekuador Fernando Villavicencio Tewas Tertembak, Padahal Dikawal Sejumlah Ajudan

Saat Villavicencio memasuki mobil, terdengar suara deru tembakan sebanyak enam kali hingga seluruh orang panik dan merunduk.

|
Istimewa/HO
Calon presiden Ekuador Fernando Villavicencio ditempak pada Rabu (9/8/2023) waktu setempat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut ini detik-detik Calon presiden Ekuador Fernando Villavicencio tewas tertembak.

Calon presiden Ekuador Fernando Villavicencio ditempak pada Rabu (9/8/2023) waktu setempat.

Video detik-detik Fernando Villavicencio ditembak viral di media sosial.

Baca juga: Calon Presiden Ekuador Fernando Villavicencio Tewas Ditembak Saat Kampanye

Calon Presiden Ekuador, Fernando Villavicencio
Calon Presiden Ekuador, Fernando Villavicencio (Wikipedia)

Ia ditembak tepat 10 hari jelang putaran pertama pemilihan presiden.

Sesuai jadwal, putaran pertama pemilihan presiden tersebut akan digelar pada 20 Agustus 2023 mendatang.

Sejumlah foto dan video detik-detik penembakan Villavicencio beredar luas di media sosial.

Dalam salah satu video, terlihat Villavicencio yang mengenakan kacamata dan kaos serta rompi serba biru dongker dan celana khaki keluar dari tempat kampanye dan hendak memasuki mobil.

Villavicencio terlihat dikawal dengan sejumlah petugas keamanan di antara kerumunan pendukung.

Saat Villavicencio memasuki mobil, terdengar suara deru tembakan sebanyak enam kali hingga seluruh orang panik dan merunduk.

Sosok Fernando Villavicencio

Dikutip dari dw.com, Fernando Villavicencio (59) merupakan mantan anggota serikat pekerja di perusahaan minyak milik negara, Petroecuador dan setelah itu bekerja sebagai jurnalis usai mengecam dugaan kerugian kontrak minya hingga jutaan dolar.

Kemudian, ia terpilih menjadi anggota dewan Ekuador pada tahun 2017 hingga masa jabatannya selesai pada bulan Mei 2023.

Villavicencio merupakan salah satu orang yang kritis menentang korupsi khususnya selama kepemimpinan Presiden Rafael Correa pada tahun 2007-2017.

Salah satu anggota tim kampanye Villavicencio mengungkapkan selama berkampanye, ia mendapat ancaman pembunuhan setiap minggu.

Sehingga ketika berpergian, Villavicencio harus dijaga oleh polisi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved