Demo Penggusuran Lahan
Pendemo di Depan Kantor Wali Kota Manado Melapor di Kepolisian, Mengaku Dipukul Anggota Satpol PP
Dalam laporannya dijelaskan jika, Satpol PP mengancing leher dan menariknya hingga terjatuh saat aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kota Manado.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi demo soal penggusuran lahan di Kecamatan Singkil oleh Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, berbuntut panjang.
Para pendemo yang mengaku dipukul anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melaporkan masalah ini ke Polresta Manado.
Laporan tersebut tertuang dalam nomor surat LP/B/858/VII/2023/SPKT/POLRESTA MANADO/POLDA SULAWESI UTARA dengan terlapor Josua Rizky Augusta.
Dalam laporannya dijelaskan jika, Satpol PP mengancing leher dan menariknya hingga terjatuh saat aksi demonstrasi di Kantor Pemerintah Kota Manado, Kamis (27/7/2023)
Kemudian oknum Satpol PP memukul kepalanya sebanyak satu kali.
Atas kejadian itu, dia melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Sementara Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso ketika dikonfirmasi sudah membenarkanya.
"Kasus tersebut di laporkan ke Polresta Manado, dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan," jelasnya
Kasat Pol PP Manado Bantah Anggotanya Pukul Pendemo: Itu Tidak Kena, Kami Punya Videonya
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Manado, Johanis Waworuntu pun angkat bicara.
Menurutnya demo ini awalnya berlangsung secara tenang dan teratur.
Namun ditengah orasi, salah satu pendemo menendang pintu masuk berkaca kantor walikota dan mengena kepada anggota satpol pp yang berjaga.
"Disitu awal mula ricuh, anggota kami mengamankan pendemo yang melakukan provokasi tersebut," jelasnya Jumat (28/7/2023)
Terkait soal video yang memperlihatkan anggota satpoll PP memukul pendemo, Kasat Pol PP membantahnya.
Menurutnya pukulan tersebut tidak mengena pada pendemo.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.