Kesehatan
Kenali Penyebab Begadang pada Remaja, Bisa Cegah Perubahan Jam Biologis
Remaja mulai mengalami perubahan jam biologis. Hal itu tentu bisa mengganggu aktivitas remaja.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketika sudah puber, banyak hal yang berubah dalam diri.
Salah satunya adalah jam biologis atau ritme sirkadian.
Lama kelamaan, remaja cenderung tidur lebih larut.
Padahal, hal tersebut bisa mengganggu kegiatan remaja.
Jam biologis juga bisa berubah akibat tugas, konsumsi kafein, hingga penggunaan gawai.
Untuk itu, perlu mengubah kebiasaan atau pola hidup.
Pasalnya, remaja masih membutuhkan banyak energi untuk berkegiatan.
Untuk lebih jelasnya, ketahui penyebab dan cara mengatasi begadang pada remaja berikut ini.
Melansir WebMD, perubahan hormon saat pubertas dapat berpengaruh pada ritme sirkadian atau jam biologis tubuh untuk mengatur waktu bangun dan tidur.
Baca juga: Lirik Lagu Nemen Viral di TikTok, Ini Arti dan Chord Gitarnya
Baca juga: Bisa Disimpan di Kulkas, Berikut Jangka Waktu Penyimpanan ASI Setelah Dipompa
Perubahan pada jam biologis tubuh ini membuat para remaja memiliki kecenderungan untuk tidur lebih larut di malam hari.
Namun selain itu, ada beberapa penyebab begadang pada remaja yang umum ditemui, seperti:
- Memiliki jadwal sekolah yang terlalu pagi sehingga mengharuskan para remaja untuk tidur lebih awal
- Merasa stres karena kegiatan sekolah yang dilakukan, termasuk pekerjaan rumah dan ujian, sehingga membuat lebih sulit untuk tidur di malam hari
- Memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein, seperti kopi, teh, atau minuman berenergi, di siang hari sehingga lebih sulit untuk tidur di malam hari
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang diresepkan oleh dokter, seperti stimulan dan steroid, yang dapat mengganggu pola tidur pada remaja
- Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menggunakan peralatan elektronik sebelum tidur, termasuk gawai, sehingga lebih sulit untuk tidur di malam hari
Selain beberapa kebiasaan tersebut, masalah kesehatan tertentu juga bisa membuat para remaja begadang atau sulit untuk tidur di malam hari, seperti:
- Mengalami gangguan apnea tidur di mana pernapasan tiba-tiba berhenti saat tidur sehingga kualitas tidur menurun
- Mengidap narkolepsi di mana penderita merasa sangat mengantuk di siang hari dan bisa tiba-tiba tertidur
- Mengalami sleepwalk atau tidur berjalan ketika terlalu stres atau ketika sakit, seperti demam
- Memiliki penyakit gastroesophageal reflux disease atau GERD yang menyebabkan penderita sulit tidur karena asam lambung naik ke kerongkongan ketika berbaring
- Mengalami fibromyalgia yang membuat penderita merasa nyeri di otot dan tulang sehingga tidak bisa tidur atau memiliki tidur yang tidak nyenyak
- Memiliki sindrom kaki gelisah atau restless legs syndrome (RLS) dan periodic limb movement disorder (PLMD) yang memicu pergerakan kaki penderita ketika berbaring sehingga sulit untuk tidur
- Mengidap asma dan tidak diobati sehingga dapat terbangun, batuk, atau terengah-engah ketika tidur
- Mengidap depresi yang merupakan gangguan suasana hati serius yang dapat mengganggu tidur
Beberapa kondisi di atas dapat membuat para remaja sulit untuk tidur di malam hari dan memiliki kualitas tidur yang buruk.
Selain merasa mengantuk di siang hari, kondisi ini juga bisa berdampak buruk pada suasana hati dan menyebabkan masalah kesehatan lain yang lebih serius, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dfgfbnghklm.jpg)