Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rabies di Sulut

Cerita  Pria Asal Sulawesi Utara, Bisa Terbebas dari Maut Setelah Digigit Anjing Rabies 

Andre menceritakan, awal mulanya ia sampai digigit anjing rabies itu pada bulan Augustus 2020.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Rizali Posumah
Ilustrasi anjing peliharaan. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Andre, seorang  laki-laki berusia 22  tahun asal Sulawesi Utara, menceritakan  kisah hidupnya setelah berjuang antara hidup dan mati setelah digigit anjing rabies.

Andre menceritakan, awal mulanya ia digigit anjing rabies pada  bulan Augustus  2020.  

Saat terkena gigitan, ia segera mencuci lukanya dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit.

"Saat digigit anjing rabies saat itu, saya mencoba untuk tidak panik dan segera mencuci lukanya dengan air mengalir dan sabun selama 10-15 menit agar virusnya keluar," tuturnya kepada tribunmanado, Rabu (21/6/2023).

Kemudian, ia langsung ke rumah sakit terdekat agar untuk ditangani lebih lanjut. 

"Setalah cuci saya langsung dibawa oleh keluarga ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari dokter dan disuntik waktu itu," ucapnya. 

Tetapi ketika itu, kondisi sempat memburuk ia mulai demam dan muntah-muntah. 

"Sempat drop kodisi saya waktu itu, semua keluarga sudah takut karena memang orang yang terkena rabies cukup kecil kemungkin  sembuh," ucapnya. 

Kata Andre, kesembuhannya  itu merupakan mujizat dari Tuhan

"Saya waktu itu betul-betul berserah kepada Tuhan, karana saya yakin hidup dan mati seorang ada di tangannya," tuturnya. (Edi) 

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved