Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

ODHA di Sulut

Hariyanti Sutrajo Minta Jangan Diskriminasi Penderita HIV/AIDS, Sudah Ada Komunitas di Kotamobagu

Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Kotamobagu meminta masyarakat tidak mendiskriminasi ODHA. Saat ini juga sudah sudah ada komunitas sebagai ruang aman.

Penulis: Randi Tuliabu | Editor: Isvara Savitri
Randi/Tribun Manado
Kepala Seksi Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Hariyanti Sutrajo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Penderita HIV/AIDS cukup banyak di Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotamobagu, Hariyanti Sutrajo, gejala HIV/AIDS tidak akan langsung terlihat.

"Tetapi ia menpunyai masa untuk waktu antara terpanjang infeksi dan menunjukkan gejala awal atau bahasa kedokteran inkubasi. Masa inkubasinya bisa 3 tahun, 5 tahun, bahkan nanti pada 10 tahun," terangnya, Senin (5/6/2023).

Gejala HIV/AIDS akan timbul ketika daya tahan tubuh menurun.

"Kalau daya tahan tubuhnya masih kuat peyakit ini akan sulit terbaca, walaupun kita berhubungan badan dengan orang yang nyata-nyata sudah terkena HIV/AIDS. Tetapi kalau daya tahan tubuh kita kuat, ia tidak akan langsung terbaca karana masa inkubasinya itu ada di angka 10 tahun, 5 tahun, dan 3 tahun," jelasnya.

Cara mencegah yang pertama adalah setia pada pasangan.

Alat kontrasepsi pun tidak menjamin kita terhindar dari HIV/AIDS.

"Cara penularannya bisa melalui hubungan seksual, jarum suntik bekas, ibu hamil yang sudah terinfeksi HIV lalu meyusui bayinya," katanya.

HIV merupakan virus yang tidak bisa disembuhkan.

Kita hanya bisa memperlambat virus yang menyebar di dalam tubuh penderita.

"Karena yang diserang adalah daya tahan tubuh. Bisa diibaratkan daya tahan tubuh seperti pondasi rumah. Kalau pondasinya tidak kuat maka rumah cepat runtuh, begitu juga dengan daya tahan tubu. Kalau daya tahan tubuh tidak kuat maka virus cepat menyebar dan bisa meyebabkan kematian bagi penderita," jelas Hariyanti Sutrajo.

Perlu diketahui bahwa HIV adalah virusnya dan AIDS adalah peyakitnya.

Jika bertemu dengan penderita HIV masih bisa diupayakan agar dia tidak kena AIDS.

"Caranya harus mengonsumsi obat-obat seumur hidup. Memang peyakit ini tidak akan sembuh, tetapi kalau penderita rutin mengonsumsi obat, maka ada kemungkinan virusnya itu tidak akan terbaca lagi," tutur Hariyanti Sutrajo.

Baca juga: Rahel Rotinsulu Jabat Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara

Baca juga: FIFA Match Day Indonesia VS Argentina Sangat Dinantikan, Tiket Nonton SOLD OUT dalam 15 Menit

Tak lupa Hariyanti Sutrajo mengimbau agar masyarakat tidak mendiskriminasi penderita HIV/ AIDS.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved