Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

OPINI

Tawar Menawar Sistem Pemilu 2024

Pernyataan Denny Indrayana yang mengaku dapat bocoran apa yang akan diputuskan MK soal sistem yang akan diterapkan Pemilu 2024 memantik kegaduhan.

|
Dokumen Baso Affandi
Baso Affandi, SH. Pengurus KAHMI Sulut dan mantan peneliti LSI dan JSI 

Yang paling mendapat perhatian khusus pada sistem proporsional tertutup karena pemilih hanya memilih parpol.

Setelah perolehan suara dihitung, maka penetapan calon terpilih ditentukan berdasarkan keinginan elite parpol meski dengan berbagai mekanisme internal yang mereka terapkan.

Akan menjadi hal yang sangat kontras saat kita membandingkannya dengan sistem proporsional terbuka, semua orang yang dibolehkan oleh undang-undang (pemilih) memilih satu nama calon anggota legislatif sesuai keinginannya.

Paling dibanggakan dan pemilih merasa puas dengan sistem proporsional terbuka karena parpol mendapatkan kursi yang sebanding dengan suara yang diperoleh.

Setelah itu, penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak.

 

 

Kelebihan Proporsional Tertutup

Tentunya semua sistem punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Hal yang mendasar yang menjadi keunggulan sistem tertutup ini bisa menjadi saringan tidak adanya calon legislatif karbitan yang tidak melalui proses kaderisasi organisasi sampai soal doktrinisasi tentang apa yang harus mereka perbuat dalam gedung yang membahas soal kepentingan publik nantinya.

Selain itu pastinya sistem ini juga memungkinkan akan berkurangnya praktek money politik di level bawah yang secara otomatis memberikan pelajaran yang berharga dan mendidik masyarakat untuk tidak pragmatis yang menjurus opurtunis.

Selanjutnya akan mempermudah partai politik dalam hal mewujudkan keadilan gender karena partai punya otoritas penuh dan kewibawaan dalam menentukan kebijakan tersebut.

Kelebihan Proporsional Tertutup

Sistem proporsional terbuka diyakini mampu membuka ruang persaingan para calon dalam memobilisasi dukungan pemilih untuk memenangkan kontestasi.

Dalam prosesnya tentu menumbuhkan kedekatan tersendiri dengan model komunikasi yang beragam antara pemilih dengan calon sampai akhirnya pemilih merasa puas dengan pilihannya sendiri.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved