Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Lukas 6:41, Introspeksi dan Retrospektif Dirilah

Berikut rekomendasi renungan harian dengan judul Introspeksi dan Retrospektif Dirilah

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pixabay
Renungan Harian, Baca Lukas 6:41, Introspeksi dan Retrospektif Dirilah 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Alkitab dibuat sebagai pedoman hidup, menyatakan kebenaran dan kesalahan.

Berikut rekomendasi renungan harian dengan judul Introspeksi dan Retrospektif Dirilah

Baca Lukas 6:41 sebagai ayat referensi.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Kisah Para Rasul 2:2-3 Tuhan Allah Kita Sungguh Ajaib

Alkisah ada sepasang suami isteri muea, karena diberkati Tuhan, menempati sebuah rumah berlantai dua. Mereka memilih menempati kamar di lantai 2. Sehingga, keduanya bisa memandang tetangga dengan bebasnya.

Dari kamar itu, si istri berulang kali mengatakan kepada suaminya, "coba lihat jemuran tetangga kita. Pakaian berwarna putih itu, sudah jadi kotor.

Saya sudah berulang kali menyampaikan kepada tetangga kita agar mengganti sabun mereka agar pakaian putih itu tidak kotor. Kasihan mereka."

Hal itu disampaikan berulang kali oleh si istri kepada suami. Karena kesal dengan laporan istrinya itu, maka sang suami mengambil tisu dan mengajak istrinya mendekati jendela.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Yohanes 15:13, Seperti Apakah Kasih Itu?

Kemudian dia menyeka kaca jendela rumah mereka dengan tisu sehingga bersih. Maka, pakaian yang tadinya kelihatan kotor itu, kemudian nampak bersih.

Ternyata, bukan pakaian yang kotor, tetapi jendela mereka yang kotor. Maka malulah si istri.

Karena ternyata bukan jemuran tetangga yang bermasalah, tapi kaca jendelanya yang kotor karena tidak pernah dibersihkannya.

Kecenderungan manusia lebih suka mengritik daripada dikritik. Lebih suka mencari-cari kelemahan orang lain dan menyalahkannya, daripada memeriksa dirinya sendiri.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Baca Kisah Para Rasul 2:1, Ketaatan dan Kekompakkan Orang Percaya

Manusia suka mencampuri urusan orang lain, padahal urusannya sendiri kebanyakan tidak beres.

Tuhan Yesus menganalogikan atau mengumpamakan mereka sebagai orang yang lebih suka melihat selumbar di mata orang lain.

Padahal balok di matanya sendiri, mereka tidak dia ketahui. Mereka tidak memiliki kerendahan hati. Yang ada hanyalah niat jahat dan siasat menyalahkan orang lain untuk membenarkan dirinya, sehingga kejahatannya tersembunyi dan tersimpan rapih.

Yesus mengeritik cara hidup yang tidak benar ini. Sebab mereka telah menumpuk dosa di atas dosa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved