Kabar 20 WNI Disekap di Myanmar, Korban Penipuan Kerja Online dari WhatsApp
Dalam sebuah video berdurasi 2 menit, Noviana Indah Susanti bersama 19 orang lainnya mengaku disekap di Myawaddy, Myanmar.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus penyekapan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) kembali terjadi.
Kali ini terjadi di Myanmar, ada 20 orang jumlahnya.
Mereka awalanya ke Myanmar lantaran lowongan kerja online yang diperoleh via WhatsApp.
Baca juga: Sudan Makin Mencekam, Ratusan WNI Berhasil Dievakuasi, Begini Cerita Mereka

Sejumlah WNI yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Myanmar, menyerukan pertolongan kepada pihak berwenang Indonesia.(Kompas.com/DOK. ROSA via BBC Indonesia)
Tak disangka, itu semua diduga adalah bentuk penipuan.
Ternyata di sana mereka dipekerjakan sebagai scammer online.
Awalnya juga mereka dijanjikan akan bekerja di Thailand.
Namun nyatanya mereka di kirim ke Myanmar untuk bekerja di sana.
Baca juga: 3 WNI Buat Heboh Jepang, Ditangkap Kepolisian Tokyo Atas Dugaan Pembunuhan dan Pembuangan Mayat
Sejumlah 20 Warga Negara Indonesia (WNI) disekap di Myanmar, setelah tertipu
Satu di antaranya wanita bernama Noviana Indah Susanti.
Dalam sebuah video berdurasi 2 menit, Noviana Indah Susanti bersama 19 orang lainnya mengaku disekap di Myawaddy, Myanmar.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Noviana Indah Susanti, saya salah satu korban penipuan kerja online yang direkrut melalui WhatsApp," katanya.
Baca juga: Identitas Jenazah WNI yang Ditemukan Dalam Koper di Jepang, Diduga Dibunuh Tiga Temannya
"Kami di sini Warga Indonesia yang tertipu yang dipekerjakan sebagai scammer online. Ada 20 orang saya salah satu di antara mereka," lanjutnya.
Awalnya, 20 WNI itu mendapat tawaran lowongan kerja secara online.
Mereka kemudian diberangkatkan oleh agen yang menawarkan pekerjaan itu secara online ke Thailand, dengan iming-iming akan bekerja sebagai Customer Service (CS) dengan gaji dan bonus yang menjanjikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/WNI-Ngaku-Disekap-di-Myanmar.jpg)