Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado Podcast

Media Komunikasi untuk Caleg Menurut Akademisi Asal Sulawesi Utara Christian Tarandung

Perbincangan yang berlangsung sekitar 40 menit ini, dipandu host Aswin Lumintang Jurnalis Senior Tribun Manado.

Tribun Manado
Christian Tarandung MM, Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sulawesi Utara saat hadir di studio Tribun Manado Podcast, Rabu (12/4/2023). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Mata Lokal Memilih segmen Podcast Tribun Manado kali ini mengangkat topik Media Komunikasi Caleg dan Konstituen, Rabu (12/4/2023).

Menghadirkan narasumber Christian Tarandung MM, Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sulawesi Utara.

Perbincangan yang berlangsung sekitar 40 menit ini, dipandu host Aswin Lumintang Jurnalis Senior Tribun Manado.

Narasumber bilang, terkait dengan Pemilu Pileg tak luput dengan penggunaan media sosial (medsos) oleh para caleg.

Ada banyak jenis medsos yang bisa dipakai, oleh para caleg.

"Jelas medsos yang menyentuh konstituen, efektif dan cocok untuk si caleg " kata Christian Tarandung MM, Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sulawesi Utara.

Wadah medsos, untuk caleg pakai menyentuh konstituennya adalah Facebook, Twitter, Instagram dan WA Grup tak bisa dikesempingkan.

Konstituen juga akan menilai segmen medsos mana yang di pakai si caleg, khususnya saat ini kaum milenial.

Christian menyebut, kaum millenial paling banyak menggunakan medsos.

Lewat medsos menyampaikan program dari caleg, yang menyentuh konstituen.

Karena jika tidak, menyentuh akan diskip.

Ada juga isi foto dari si caleg di media baliho atau sosmed, ada caleg yang saat ini usianya sudah tua namun pakai foto masih muda.

"Pola itu kurang efektif, karena konstituen tau dan kenal. Caleg yang bersangkutan," jelasnya.

Terkait dengan cara konvensional atau door to door, dari segi efektivitas memang perlu.

Pola atau cara itu masih bisa di pakai caleg, tapi harus melihat sasaran yang di tuju apakah konstituen atau pemilih modern bukan tradisional.

Di Sulut pemilihanya sudah modern, punya wawasan sendiri sehingga metode atau pola blusukan seperti itu kurang efektif lakukan door to door.

Di wilayah tertentu di Provinsi Sulut, untuk pola atau metode door to door masih digunakan.

Tapi ke pemilih modern, tidak akan gunakan metode itu lagi.

Untuk materi atau bahan yang di posting lewat media sosial, kekonstituen harus berkesinambungan bukan temporer.

Jangan program yang disampaikan hanya pada saat kampanye, setelah itu tidak lagi.

Mengenai media komunikasi dengan melibatkan para tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pengusaha, komunitas pedagang, hingga ormas.

Masih efektif tidak bisa kesampingkan.

Caranya, mencari ketuanya, buat peogram terkait atau yang berhubungan dengan mereka.

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved