Breaking News
Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Markus 16:2-3, Perempuan-Perempuan Setia

Orang pertama yang tahu sekaligus menjadi saksi mata pertama kebangkitan Yesus adalah para perempuan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
HO
Renungan Harian Kristen, Markus 16:2-3, Perempuan-Perempuan Setia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah kematian dan kebangkitan Yesus Kristus tentu berlanjut terus.

Dari kisah kematian Yesus Kristus kita bisa belajar tentang sebuah kesetiaan.

Rekomendasi renungan harian Kristen hari ini bejudul Perempuan-Perempuan Setia

Baca juga: Renungan Harian Kristen Markus 16:1 – Hati yang Penuh Hormat

Baca Markus 16:2-3 sebagai ayat referensi

Kebangkitan Yesus terjadi pagi-pagi benar. Diperkirakan menjelang fajar menyingsing pada hari Minggu, hari pertama di Minggu itu, sehari setelah Sabat.

Orang pertama yang tahu sekaligus menjadi saksi mata pertama kebangkitan Yesus adalah para perempuan.

Merekalah perempuan-perempuan yang setia kepada Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga - Markus 16:2-3 Rintangan Tidak Menghalangi Cinta Kasih

Ke mana saja Yesus pergi, mereka selalu ikut. Bukan saat Yesus hidup mereka mengikuti Yesus. Sampai Yesus matipun mereka tetap setia mengikuti Dia.

Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus serta Salome. Merekalah yang pagi-pagi benar datang ke kubur Yesus.

Sehari sebelumnya, mereka bersama Maria ibu Yoses dan Yusuf Arimatea membaringkan Yesus di kubur milik Yusuf Arimatea.

Jadi mereka tahu persis letak kubur dan posisi Yesus di dalamnya. Itulah yang menguatkan rasa percaya diri mereka pergi lagi ke kubur Yesus pagi-pagi setelah matahari terbit. Mereka tahu bahwa kubur itu ditutup dengan batu yang sangat besar.

Baca juga: Renungan Harian, Ibrani 13:5b, Tidak Pernah Sendiri

Oleh permintaan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi kepada Pilatus, maka kubur dan batu itu dimeterai dan dijaga ketat oleh prajurit-prajurit Romawi.

Sebenarnya modal para perempuan ini ke kubur Yesus adalah kesetiaan dan kasih kepada Yesus. Mereka juga sebenarnya takut ke sana karena ancaman imam-imam kepala cs.

Makanya mereka pergi pagi-pagi benar agar tidak diketahui. Mereka membawa rempah-rempah dan minyak untuk mayat Yesus.

Nanti ketika di tengah jalan mendekati kubur baru terpikirkan tentang bagaimana membuka kubur itu karen begitu besarnya batu yang menutupi kubur Yesus.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved