Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Markus 16:2-3, Perempuan-Perempuan Setia
Orang pertama yang tahu sekaligus menjadi saksi mata pertama kebangkitan Yesus adalah para perempuan.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Kesetiaan para perempuan itu adalah iman mereka kepada Yesus. Iman mereka itu teguh dan kokoh. Merekalah pengikut Yesus yang tidak pernah meninggalkan Yesus.
Meski terkadang mereka harus mengatur jarak agar tidak terancam jiwa dan nyawanya. Tetapi mereka tetap berada di sekitar Yesus. Termasuk ketika Yesus melewati prosesi Jalan Sengsara yang pahit dan sangat mengerikan itu.
Karena kesetiaan, kasih dan rasa hormat kepada Yesus, maka ketika Yesus telah mati tergantung di Salib, mereka juga ikut bersama menurunkan mayat Yesus dan mengurusi bersama Yusuf Arimatea dan Nikodemus, serta membawa-Nya untuk dikuburkan dalam kubur yang baru saja digali oleh Yusuf, orang kaya itu. Mereka melakukan segala sesuatu hanya berdasarkan iman mereka.
Mereka memberi hidup mereka untuk melayani Yesus, baik saat hidup saat sudah menjadi mayat. Tak peduli sudah dalam kuburan. Mereka tetap mendatangi untuk merempahi dan meminyaki mayat Yesus.
Itulah iman dan kesetiaan serta kasih yang sungguh dan tulus dari para perempuan itu.
Di kalangan orang Yahudi, perempuan tidak dianggap. Status mereka di bawah laki-laki. Mereka tidak dibolehkan memberikan kesaksian di pengadilan, baik pengadilan negara maupun pengadilan Agama.
Mereka dipandang rendah. Hal ini justeru membuat mereka lebih leluasa melayani Yesus dalam keadaan apapun.
Sungguh mereka menunjukkan kesetiaan dan ketulusan hati yang tiada bertara. Ini sudah mereka lakukan sejak Yesus masih melayani.
Kita ingat Tentang Maria Magdalena yang meminyaki Yesus dan diprotes oleh murid-murid-Nya. Tetapi Yesus membelanya. Para perempuan ini menunjukan konsistensi kesetiaan kepada Tuhan.
Mereka membuktikan ketulusan hati dan kasih mereka kepada Yesus yang sungguh. Mereka pun pergi ke kubur Yesus meski mereka tahu bahwa ada risiko yang akan mereka terima ketika ketahuan para musuh Yesus.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" (ay 2-3)
Pagi-pagi, yang dicari para perempuan ini adalah Yesus. mereka mengutamakan mencari Yesus. Karena mereka yakin, bersama Yesus mereka memiliki hidup di bumi dan di sorga.
Apa yang dilakukan oleh perempuan-perempuan itu adalah pengajaran kepada kita tentang hal kesetiaan, ketulusan hati dan kasih kepada Tuhan yang tiada berbatas.
Yesus yang ketika itu mati, tapi tetap mereka kasihi dan layani dengan hati yang tulus dan sungguh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Mazmur-169-10-Keheningan-Suci.jpg)