Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

JAK Kembali Berulah

JAK, Wakil Ketua DPRD Sulut Diduga Lakukan Penganiayaan Terhadap Perempuan, GPS: Dia Tak Bertobat

GPS Sulut kembali angkat bicara terkait video dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut James Arthur Kojongian

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Chintya Rantung
Kolase Tribun Manado
Kolase foto JAK dan Ketua GPS Sulut Ruth Kezia Wangkai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gerakan Perempuan Sulawesi Utara (GPS) kembali angkat bicara terkait video dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut James Arthur Kojongian (JAK).

Ketua GPS Sulut Ruth Kezia Wangkai menerangkan jika video yang tersebut terbukti benar, maka hal tersebut tak bisa dilepaskan dari kejadian penganiayaan yang dilakukan JAK kepada istrinya pada tahun 2021.

"Kami gerakan perempuan Sulut memberikan reaksi keras bahkan menuntut yang bersangkutan sebagai pejabat publik, apalagi statusnya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut," sebutnya.

Menurutnya perlakuan berulang yang telah dilakukan oleh JAK tidak terlepas dari kharakternya.

"Kalau memang sudah melekat dalam dirinya melakukan perselingkuhan, padahal sudah menikah dan punya istri dan anak dan ternyata dia tak bertobat," katanya.

Ruth pun sangat menyayangkan JAK masih melakukan kegiatan penganiayaan seperti itu.

"Saya sudah nonton video viral itu, dan ini memang sudah menjadi kelakuan yang bersangkutan dan ternyata dari pengalaman lalu, mestinya ini efek jera baginya," jelasnya.

James Arthur Kojongian Bantah

JAK buka suara setelah dituding terlibat penganiayaan terhadap seorang wanita seperti yang viral di medsos.

Kepada tribunmanado.co.id, JAK membeber bantahannya.

"Tidak benar, tidak ada kejadian kekerasan atau apapun itu seperti dalam rekaman yang beredar," katanya via WA.

Viral Video Diduga James Arthur Kojongian Lakukan Penganiayaan

Beredar di media sosial, sebuah video yang diduga JAK bersama seorang perempuan sedang adu mulut.

Perempuan tersebut mengaku mendapatkan tindakan kekerasan dari sang Wakil Ketua DPRD Sulut.

Selain itu juga ada tangkapan layar chatinggan yang dibagikan @dindawhardanie di Instagram soal kata-kata kasar yang diduga dikirim oleh JAK.

Tak hanya itu, Dinda Wardhani juga mengunggah foto dirinya yang mengalami lebam di tangan dan darah di selimut tempat tidur.

Dinda juga mengaku masih banyak bukti yang ia miliki, atas apa yang dilakukan oleh oknum Anggota Dewan tersebut.

Dalam video bukti yang diunggahnya itu, Dinda Wardhani menandai akun @dpr_ri dan @golkarindonesia.

BK Segera Gelar Investigasi

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut Syenny Kalangi menuturkan, pihaknya segera menggelar rapat koordinasi untuk membahas kasus video penganiayaan viral yang diduga melibatkan Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian (JAK).

"BK akan rapat untuk Koordinasikan," katanya Senin (10/4/2023).

Pihaknya juga akan menggelar Rapim bersama Ketua Dewan.

Setelah itu, BK akan lakukan investigasi.

"Dari hasil rapat koordinasi itu, kami akan lakukan investigasi mencari kebenarannya," kata dia.

Profil JAK

James Arthur Kojongian lahir di Samarinda, pada 29 April 1984.

James Arthur Kojongian merupakan seorang wakil rakyat yang berkantor di Gedung Cengkeh (sebutan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Uatara)

Dalam struktur pimpinan, James Arthur Kojongian menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulut.

JAK juga sebagai penasehat Fraksi Partai Golkar dan Koordinator KOMISI III.Ia merupakan politisi dari partai Golkar.

Pria yang akrab disebut JAK ini menjabat di struktural partai sebagai Bendahara DPD I Golkar Sulut.

Ia juga merangkap Ketua Harian DPD II Golkar Minahasa Selatan (Minsel).

James Arthur Kojongia maju dari Dapil V Minsel Mitra dan meraup 34.592 suara.

Sebelum menjadi Anggota DPRD Sulut, JAK adalah wakil rakyat di DPRD Minahasa.

Ia juga ipar Tetty Paruntu, Ketua DPD I Golkar Sulut yang juga Bupati Minahasa Selatan.

Keluarga

James Arthur Kojongian merupakan suami dari Michaela Elsiana Paruntu (MEP).

Michaela Elsiana Paruntu merupakan adik kandung dari Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu

Beberapa waktu lalu MEP mengikuti konstalasi Pilkada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Namun ia kalah dari pasangan Franky Donny Wongkar (FDW) sebagai Calon Bupati Minsel berpasangan dengan Petra Rembang sebagai Calon Wakil Bupati.

Baca juga: Tanggapan Partai Golkar Sulut Soal Viral Penganiayaan yang Diduga Dilakukan James Arthur Kojongian

Baca juga: Begini Cara Mendaftar WhatsApp Bisnis untuk UMKM, ikuti Langkah-langkahnya

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved