Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Update Asal-Usul Virus Corona Covid-19, Tim Penelitian di China Terbitkan Hasil Analisis Sampel

Kabar terbaru, Tim Penelitian di China menerbitkan hasil analisis sampel asal-usul Virus Corona Covid-19.

Editor: Frandi Piring
E HOLMES/BBC INDONESIA
Update Asal-Usul Virus Corona Covid-19, Tim Penelitian di China Terbitkan Hasil Analisis Sampel. Anjing rakun yang dijual di pasar Huanan. 

Makalah tim peneliti China menunjukkan bahwa beberapa sampel - dikumpulkan dari daerah tempat satwa liar dijual - dinyatakan positif terkena virus.

Analisis mereka juga menunjukkan bahwa hewan yang sekarang diketahui rentan terhadap virus, terutama anjing rakun, dijual hidup-hidup di lokasi tersebut.

Tetapi para peneliti China itu menekankan bahwa penemuan mereka tidak memberikan bukti pasti tentang asal-usul wabah.

"Sampel lingkungan ini tidak dapat membuktikan bahwa hewan-hewan tersebut terinfeksi," jelas makalah tersebut.

Masih ada kemungkinan, imbuhnya, bahwa virus dibawa ke pasar oleh orang yang terinfeksi, bukan hewan.

Prof David Robertson, dari University of Glasgow, adalah seorang ahli virologi yang telah terlibat dalam penyelidikan genetik tentang asal mula SARS-CoV-2 sejak virus tersebut muncul pada 2020.

Dia berkata kepada BBC News: "Yang paling penting ialah kumpulan data yang sangat penting ini sekarang sudah diterbitkan dan tersedia untuk digarap oleh orang lain."

Namun dia menambahkan bahwa isi sampel adalah bukti kuat bahwa hewan di sana mungkin terinfeksi virus.

"Yang penting adalah seluruh badan buktinya," katanya.

"Ketika Anda menggabungkan ini dengan fakta bahwa kasus-kasus awal Covid-19 di Wuhan terkait dengan pasar,

itu adalah bukti kuat bahwa di sinilah terjadi lompatan virus dari hewan di pasar," sambungnya.

Temuan yang dipublikasikan ini muncul di tengah tanda-tanda bahwa teori kebocoran laboratorium mulai mendapatkan dukungan di antara otoritas di AS.

Pemerintah China telah dengan keras membantah anggapan bahwa virus itu berasal dari fasilitas ilmiah,

namun FBI mengatakan mereka sekarang percaya skenario itu adalah yang paling mungkin, demikian pula Kementerian Energi AS.

Berbagai departemen dan lembaga AS telah menyelidiki misteri tersebut dan menghasilkan kesimpulan yang berbeda.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved