Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:41-44, Yesus Dikubur dengan Mahal

Yusuf adalah pengikut Yesus yang setia. Tapi dia takut mendekati Yesus saat Dia dihukum

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
istimewa
Ilustrasi kubur Yesus 

Karena Yesus telah berkorban segalanya untuk umat manusia, maka dia juga mengorbankan hartanya untuk Yesus. Pengorbanan Yesus tak dapat dibayar oleh apapun juga. Maka Yusuf memberikan penghormatan yang tinggi untuk penguburan Yesus.

Tidak hanya Yusuf yang pergi menghadap Pilatus. Ternyata imam-mam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi juga mendatangi Pilatus. Mereka minta Pilatus memberikan prajurit-prajuritnya menjaga kubur Yesus.

Mereka takut jika mayat Yesus dicuri. Maka Pilatus memberikan prajurit-prajurit terbaik bagi mereka.

Walau Yesus telah mati dan dikubur, tapi mereka takut. Apalagi mereka tiada henti mengolok-olok bahkan menghujat Yesus ketika disalib.

Mereka berlaku seenak perutnya menganiaya dan membunuh Yesus. Maka kematian Yesus menghantui hidup mereka. Karena Yesus memang adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.

Mereka tahu bahwa Yesus telah mati. Tapi mereka tetap takut dikejar bayang-bayang kematian Yesus yang mereka olok-olok, hina dan hujat di atas Kayu Salib.

Demikian firman Tuhan hari ini.
Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:(ay 41)_

Yusuf dan Nikodemus bersama pengikut Kristus lainnya, menunjukkan kesetiaan mereka kepada Yesus, walau Dia telah mati. Yusuf mengorbankan dan menghabiskan puluhan miliar untuk Yesus. Dia melakukan itu karena dia tahu bahwa apa yang diajarkan Yesus benar adanya.

Maka dia rela mengorbankan harta kekayaannya sebanyak itu, untuk Tuhan. Juga Nikodemus. Meski dia orang Farisi dan pemuka agama Yahudi yang juga seorang guru, tetap datang menjumpai mayat Yesus di Golgota dan turut bersama dengan Yusuf.

Karena dia yakin bahwa pengajaran Yesus kepadanya tentang hidup baru itu benar adanya dan bahwa adanya kehidupan setelah kematian itu akan terjadi.

Karena Yesus adalah Tuhan, maka meski kemanusiaan-Nya telah mati, tapi dimensi-Nya sebagai Tuhan tetap ada. Yah, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.

Dia memang mati, tapi Dia bangkit dan menang. Dia hidup. Itulah sebabnya Yusuf rela berkorban segala harta kekayaan-Nya untuk Juruselamat kita.

Teladanilah Yusuf. Berkorban lah untuk Yesus. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.

Dia pasti menyiapkan segalanya untuk kita. Dan, di dalam Dia kita hidup berkemenangan bahkan lebih dari pemenang. Amin

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved