Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:41-44, Yesus Dikubur dengan Mahal
Yusuf adalah pengikut Yesus yang setia. Tapi dia takut mendekati Yesus saat Dia dihukum
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini umat Kristen di seluruh Indonesia tengah menantikan hari Paskah.
Hari saat Yesus menggenapi janjiNya menang atas maut dan bangkit pada hari yang ke tiga.
Ternyata Yesus Kristus saat mati meski di atas kayu salib, namun dikuburkan di tempat yang sangat mahal.
Baca juga: Renungan Harian Kristen, Yohanes 13:34, Mengasihi Orang Lain dengan Baik
Mari kita baca renungan harian Kristen kali ini dengan judul Yesus Dikubur dengan Mahal.
Baca Matius 27:41-44 sebagai ayat refersensi.
Di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, biaya penguburan jenazah mahal. Bahkan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah karena harus membeli kerbau terbaik dan juga biaya-biaya lainnya. Itu adat di sana.
Ternyata, biaya penguburan Yesus jauh lebih mahal. Lebih dari 20 miliar. Tapi bukan untuk membeli lembu dan atau biaya "pestanya." Tapi biaya minyak "perawatan" untuk jenazah Yesus yang dilakukan oleh pengikut Yesus yang kaya raya, Yusuf Arimatea.
Baca juga: Renungan Harian Keluarga - Matius 27:39-40 Jangan Menghujat
Yusuf adalah pengikut Yesus yang setia. Tapi dia takut mendekati Yesus saat Dia dihukum. Karena itu, ketika dia tahu Yesus telah mati disalib, diam-diam dia pergi menghadap Pilatus meminta izin menguburkan Yesus di pekuburan miliknya yang baru saja dia gali. Sudah tentu itu adalah "kubur elit" karena milik orang kaya.
Setelah direstui Pilatus, dia pergi menurunkan mayat Yesus. Di situ dia bertemu Nikodemus, seorang Farisi, guru dan pemuka Agama Yahudi yang sudah percaya kepada Yesus setelah diberi penjelasan tentang hal hidup lahir baru.
Mereka membawa mayat Yesus ke kubur itu. Hal yang sangat menarik dilakukan oleh Yusuf sebagai tanda rasa hormat, bangga, kekaguman dan terima kasihnya kepada Tuhan Yesus.
Selain menguburkan Yesus di kuburan miliknya, mengafani mayat dan memakaikan-Nya kain lenan serta membubuhi-Nya dengan rempah-rempah, Yusuf meminyaki Yesus dengan minyak gaharu yang dicampur minyak mur.
Baca juga: Cuaca Buruk di Manado Sulawesi Utara, Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan Hentikan Aktivitas
Tentu semuanya minyak yang terbaik (asli). Tidak tanggung-tanggung. Banyaknya mencapai 50 kati (1 kati adalah 625 gram). Sehingga jika dikonversi ke kilogram, banyaknya 31,25 kg.
Jika campurannya adalah sama, itu berarti ada 15,5 kg minyak gaharu dan 15,5 kg minyak mur. Minyak gaharu sangat mahal. Saat ini harganya mencapai $100.000/kg atau sebesar Rp1,5 miliar/kg. Jadi, Yusuf membeli 15,5 kg seharga Rp 23,25 miliar hanya untuk minyak gaharu saja.
Itu belum termasuk harga minyak mur, kain lenan, rempah-rempah, kubur elit miliknya dan biaya lainnya. Yusuf tidak memerhitungkan itu untuk Yesus.
Itu sebagai rasa terima kasih, bangga, kagum dan hormatnya kepada Yesus yang dia yakini sebagai Guru Agung, Tuhan dan Juruselamat dunia.
Karena Yesus telah berkorban segalanya untuk umat manusia, maka dia juga mengorbankan hartanya untuk Yesus. Pengorbanan Yesus tak dapat dibayar oleh apapun juga. Maka Yusuf memberikan penghormatan yang tinggi untuk penguburan Yesus.
Tidak hanya Yusuf yang pergi menghadap Pilatus. Ternyata imam-mam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi juga mendatangi Pilatus. Mereka minta Pilatus memberikan prajurit-prajuritnya menjaga kubur Yesus.
Mereka takut jika mayat Yesus dicuri. Maka Pilatus memberikan prajurit-prajurit terbaik bagi mereka.
Walau Yesus telah mati dan dikubur, tapi mereka takut. Apalagi mereka tiada henti mengolok-olok bahkan menghujat Yesus ketika disalib.
Mereka berlaku seenak perutnya menganiaya dan membunuh Yesus. Maka kematian Yesus menghantui hidup mereka. Karena Yesus memang adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.
Mereka tahu bahwa Yesus telah mati. Tapi mereka tetap takut dikejar bayang-bayang kematian Yesus yang mereka olok-olok, hina dan hujat di atas Kayu Salib.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:(ay 41)_
Yusuf dan Nikodemus bersama pengikut Kristus lainnya, menunjukkan kesetiaan mereka kepada Yesus, walau Dia telah mati. Yusuf mengorbankan dan menghabiskan puluhan miliar untuk Yesus. Dia melakukan itu karena dia tahu bahwa apa yang diajarkan Yesus benar adanya.
Maka dia rela mengorbankan harta kekayaannya sebanyak itu, untuk Tuhan. Juga Nikodemus. Meski dia orang Farisi dan pemuka agama Yahudi yang juga seorang guru, tetap datang menjumpai mayat Yesus di Golgota dan turut bersama dengan Yusuf.
Karena dia yakin bahwa pengajaran Yesus kepadanya tentang hidup baru itu benar adanya dan bahwa adanya kehidupan setelah kematian itu akan terjadi.
Karena Yesus adalah Tuhan, maka meski kemanusiaan-Nya telah mati, tapi dimensi-Nya sebagai Tuhan tetap ada. Yah, Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita.
Dia memang mati, tapi Dia bangkit dan menang. Dia hidup. Itulah sebabnya Yusuf rela berkorban segala harta kekayaan-Nya untuk Juruselamat kita.
Teladanilah Yusuf. Berkorban lah untuk Yesus. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.
Dia pasti menyiapkan segalanya untuk kita. Dan, di dalam Dia kita hidup berkemenangan bahkan lebih dari pemenang. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-kebangkitan-yesus-12121212.jpg)