Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:38, Yesus Disalib Mengerikan

Itu kalau kita tidak tahu, tidak memahami dan tidak menghayati serta meresapi dengan hati, proses penyaliban Yesus hingga mati mengenaskan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
HO
Renungan Harian Kristen,Baca Matius 27:38, Yesus Disalib Mengerikan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebenar lagi seluruh umat Kristen di seluruh dunia akan memperigati hari kematian Yesus Kristus.

Hari itu sangat bersejarah, lantaran peristiwa tersebut sebagai bukti kasih Tuhan kepada manusia.

Berikut rekomendasi renungan harian kristen terkait kematian Yesus, berjudul Yesus Disalib Mengerikan.

Baca juga: Renungan Harian, Mazmur 62:2, Ketenangan di dalam Tuhan

Baca Matius 27:38 sebagai ayat referensi.

Yesus disalib. Kalau hanya dibaca dan dikatakan sepintas, pernyataan "Yesus Disalib" kesannya terasa ringan dan biasa saja.

Itu kalau kita tidak tahu, tidak memahami dan tidak menghayati serta meresapi dengan hati, proses penyaliban Yesus hingga mati mengenaskan.

Kalau kita pelajari, hayati dan pahami serta berempati bagaimana semua itu terjadi dan seperti apa penderitaan Yesus, pasti kita tersentuh bahkan sangat sedih.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Matius 27:38 Benar di Antara yang Salah

Mari melihat kembali bagaimana semua proses itu. Mulai dari Yesus berdoa bersama murid-murid-Nya di Taman Getsemani, di seberang sungai Kidron, kemudian ditangkap.

Di taman Getsemani saja Yesus berdoa dengan berpeluh seperti tetesan darah, sebelum ditangkap. Selanjutnya Dia dibawa kepada Hanas dan Imam Besar Kayafas.

Kemudian diseret lagi kepada Pilatus, lalu dibawa kepada Herodes. Dari Herodes dikembalikan lagi kepada Pilatus.

Selanjutnya, diseret lagi ke pengadilan agama. Ini proses melelahkan karena Yesus sudah dihina, diolok, diludahi, ditusuk dengan mahkota duri, ditinju, dipukul dengan buluh ditarik-tarik tanpa belas kasihan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:35-37, Dipaku Hidup-Hidup

Di situ Dia sudah babak belur. Drama mengenaskan dilanjutkan dari pengadilan agama sebelumýa menuju Golgota. Tapi lebih sadis lagi. Dia dicambuk dengan flagrum begitu mengerikan.

Dalam perjalanan Dia terus disiksa demikian keji dan sangat kejam.

Lolos dari cambukan mematikan itu, setelah melewati perjalanan tertatih-tatih sekitar 3,5 km, Dia dipaku hidup-hidup di kaki dan nadi kedua tangan dalam keadaan sadar di tengah penderitaan-Nya.

Belum lagi kepala-Nya berdarah banyak karena tusukan mahkota duri di batok kepala depan sampai belakang, samping kiri dan kanan. Setelah terlentang tak berdaya dan terpaku dengan keji di salib, Dia diangkat dan tersalib tak berdaya. Sudah tak berdaya, tambung-Nya ditombak hingga mengeluarkan air.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved