Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:35-37, Dipaku Hidup-Hidup

Hukuman kepada Yesus ada 2: hukum cambuk (dengan flagrum) dan hukuman mati dengan cara dipaku dan digantung di Kayu Salib.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
pixabay.com
Renungan Harian Kristen, Matius 27:35-37, Dipaku Hidup-Hidup 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tujuan Yesus Kristus ke dalam dunia adalah menyelamatkan manusia.

Supaya banyak yang memuji dan memuliakan nama Tuhan pada akhirnya.

Namun untuk mewujudkan itu semua, Yesus Kristus harus menderita dan mati di salib.

Baca juga: Renungan Harian, Yesaya 40:29-31, Tempat Terbaik ketika Alami Kelelahan

Mari kita renungkan apa yang Tuhan Yesus perbuat untuk manusia.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen yang berjudul Dipaku Hidup-Hidup

Baca Matius 27:35-37 sebagai ayat referensi.

Hukuman kepada Yesus ada 2: hukum cambuk (dengan flagrum) dan hukuman mati dengan cara dipaku dan digantung di Kayu Salib.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Yohanes 12:8, Prioritas Itu Penting

Secara fisik dan mental, ternyata Yesus cukup kuat. Padahal, untuk hukuman cambuk flagrum sampai 39 kali yang menimbulkan sekitar 351 luka, nyaris tak ada orang yang bisa hidup, kecuali Yesus di zaman Kekaisaran Romawi.

Maka hukum kedua dilanjutkan. Setelah perjalanan tertatih-tatih dan tergopoh-gopoh akibat penyiksaan fisik dan mental, akhirnya Yesus tiba di Golgota, bukit Tengkorak.

Di sanalah Dia disalib. Di tempat yang banyak tengkorak karena menjadi tempat mengeksekusi mati penjahat. Yesus yang hidup baik, benar dan penuh cinta kasih, disamakan dengan penjahat.

Cambuk flagrum, sangat menyakitkan dan mengerikan. Penyaliban Yesus lebih sadis dan lebih keji lagi. Dalam keadaan hidup-hidup, Yesus ditidurkan secara terlentang tak berdaya di atas Kayu Salib.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – Matius 27:35-37 Menderita Karena Berbuat Baik

Kedua telapak kaki-Nya disusun. Sehingga bertumpuk tempurung kaki Yesus. Para prajurit kemudian mengambil paku yang diperkirakan berukuran sekitar 12 inc, kemudian dipakukan secara sadis dari atas tempurung kaki yang satu menembus tempurung kaki yang lain menembus 2 telapak kaki dan kayu salib.

Sehingga tertancap dengan kokohnya kaki Yesus di kayu itu.

Demikian dengan kedua tangan-Nya direntangkan ke kiri dan ke kanan. Kemudian dipakukan tangan Yesus secara hidup-hidup dan sadar. Yesus dipakukan bukan pada telapak tangan.

Karena telapak tangan mudah robek. Jika beban tubuh Yesus menekan, akan robek dan tubuh Yesus bisa jatuh. Karena itu, tangan kiri dan kanan Yesus dipakukan tepat di nadi atau persendian di atas telapak tangan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved