Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Matius 27:38, Yesus Disalib Mengerikan
Itu kalau kita tidak tahu, tidak memahami dan tidak menghayati serta meresapi dengan hati, proses penyaliban Yesus hingga mati mengenaskan.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Lihatlah, Dia disalib bersama 2 penjahat yang adalah penyamun. Dia terhitung sebagai penjahat, padahal Dia tidak melakukan dosa dan kejahatan sekecil apapun. Malah Dia melakukan semua kebaikan bahkan menolong banyak orang.
Kedua penjahat yang ikut disalib bersama Dia adalah Dismas (sebelah kanan), dan Gestas sebelah kiri-Nya. Yesus ditempatkan di tengah karena dianggap sebagai penjahat paling kejam.
Bayangkan, Yesus yang tak berdosa, baik dan benar dianggap lebih jahat dari penjahat kelas kakap sekalipun. Ironinya, seorang penjahat yakni Gestas yang sama-sama disalib dengan Yesus, masih menghina Dia.
Gestas yang juga sudah sekarat itu menghujat Yesus dan berkata: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Luk 23: 39b). Tetapi Dismas teman mereka yang tersalib menegor dia.
Menurutnya mereka berdua pantas dihukum atas kejahatan mereka. Sedangkan Yesus tidak. Karena Dia orang benar. Dismas pun memohon ampun kepada Yesus.
Dia menyampaikan Kredo atau pengakuan iman-Nya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Raja yang menyelamatkan umat manusia.
Dia memohon belas kasihan Yesus. Maka kata Yesus kepada-Nya: Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Selanjutnya, kaki kedua orang yang disalib itu dipatahkan untuk membunuh mereka. Tetapi kaki Yesus tidak.
Sebab, mereka melihat Yesus sudah mati karena keganasan cambukan flagrum. Hal itu dilakukan karena waktu itu hari menjelang perayaan Paskah.
Yesus tergantung hingga merengang nyawa, dan Dia menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Allah Bapa. Hal itu diikuti dengan terbelahnya Bait Suci dan hari siang itu menjadi gelap gulita. Semuanya membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Demikian firman Tuhan hari ini, bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. (ay 38)
Apalagi yang dapat kita katakan dan pikirkan tentang derita Yesus? Terlalu hina, terlalu pahit, terlalu siksa, terlalu sakit, terlalu perih, teramat sangat menderita Dia.
Bahkan mati dalam derita yang sungguh keji dan kejam yang tak pantas dilakukan untuk manusia jahat sekalipun. Apalagi kepada Yesus yang suci dan Kudus, agung dan mulia.
Yesus rela semuanya demi kita. Dia disalib bersama penjahat. Padahal Dia Manusia paling baik di dunia. Tetapi Dia dianggap jahat.
Kitapun demikian, sebaik apapun kita melakukan sesuatu, selalu saja ada orang pandang jahat. Kita tetap dijahati meski telah melakukan kebaikan dan kebenaran.
Seperti Yesus, tetaplah sabar memikul salib bahkan disalibkan. Ingatlah, Tuhan akan selalu memberkati dan melindungi kita dalam segala hal. Dialah Pembela dan Juruselamat kita. Setia dan taatlah pada-Nya. Dia sangat mengasihi Saudara dan saya. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Jumat-Agung-tahun-2012Kucari-prosesi-jalan-salib-dan-menemukannya-di-sebuah-Gereja-GMIM.jpg)