Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minsel Sulawesi Utara

Langkah Pemkab Minsel Berupaya Kendalikan Inflasi, Gelar Pasar Murah hingga Membuat Pos

Pemkab Minsel akan menggelar pasar murah dan membuka pos pengendalian inflasi. Hal itu dilakukan dengan bekerja sama dengan beberapa pihak.

Penulis: Manuel Mamoto | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/HO
Kadis Perdagangan Minsel, Inge Tengor. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MINSEL - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam waktu dekat akan mengadakan operasi pasar murah.

Operasi pasar murah digelar dalam rangka bulan Ramadan serta pengendalian inflasi daerah.

Dinas Perdagangan Minsel pun akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulawesi utara.

Hal ini disampaikan oleh Kadis Perdagangan Minsel, Inge Tengor, dalam wawancara bersama Tribunmanado.co.id, Kamis (30/3/2023).

Jika tidak ada halangan operasi pasar murah akan dilakukan pekan depan.

"Kami sudah mengusulkan ada 5 desa yang akan dilaksanakan operasi pasar murah," ujar Inge Tengor.

Di pasar murah nanti ada paket sembako yang akan dijual kepada masyarakat.

"Tentunya mengikuti harga HET. Dalam paket sembako ini nanti ada beras, gula pasir, telur dan minyak kelapa," jelas Inge Tengor.

Untuk mengendalikan inflasi di Minsel, Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Minsel juga membuka pos pengendalian inflasi.

"Karena Dinas Perdagangan yang mengelola pasar saat ini nersama TPID Minsel membuat pos pengendalian inflasi di Pasar 54 Amurang, tepatnya di seberang Kantor Satpol PP atau di sekitaran Gereja Sentrum, Kelurahan Amurang," tutup Inge Tengor.

Baca juga: Dinas Perdagangan Pemkab Minsel Lakukan Pendataan Pasar, Total 10 Pasar yang Beroperasi

Baca juga: Percaya Potensi Diri, Cewek Manado Janesly Juliana Singon Asah Kemampuan di Dunia Modeling

Harga Cabai di Sulawesi Utara Naik, Pengamat Ekonomi Joy Tulung: Harus Kendalikan Inflasi

Harga Cabai di Sulawesi Utara kembali mengalami kenaikan.

Biasanya masyarakat membeli dengan harga Rp 50 ribuan sekilo, kini angkanya naik dikisaran Rp 100 ribu sekilo.

Namun meski harganya naik masyarakat tetap membeli, dikarenakan sudah menjadi kebutuhan setiap hari.

Terkait hal tersebut Pengamat Ekonomi Joy Tulung memberikan tanggapannya.

Pantauan tribunmanado.co.id, Jumat (24/3/2023), harga cabai rawit mengalami kenaikan dratis menjadi Rp 125 ribu per kilogram.
Pantauan tribunmanado.co.id, Jumat (24/3/2023), harga cabai rawit mengalami kenaikan dratis menjadi Rp 125 ribu per kilogram. (tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved