Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen, Baca Markus 14:47, Kasih, Bukan Kekerasan.
Renungan Harian Kristen kali ini akan belajar tentang Kasih, Bukan Kekerasan. Baca Markus 14:47
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Karena Yesus mengasihi semua orang, termasuk yang memusuhi-Nya. Itulah kisah kasih Yesus yang sempurna untuk kita. Demi cinta-Nya yang tiada akhir bagi kita milik kepunyaan-Nya.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. (ay 47)
Pedang adalah Sajam (senjata tajam). Yesus mengingatkan kita agar jangan menggunakan Sajam ataupun cara kekerasan menghadapi masalah, sepelik dan seberat apapun.
Dan sekalipun Sajam adalah senjata terakhir yang dapat digunakan untuk menolong kita, kita tidak boleh menggunakannya. Sebab siapa yang menggunakan Sajam (pedang), akan binasa oleh Sajam.
Yesus mengingatkan agar kita tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan termasuk Sajam. Dia telah memberi teladan untuk menyelesaikan masalah tetap dengan kasih, seperti yang Dia lakukan kepada Malkhus.
Malkhus yang diparang oleh Petrus dan telinganya jatuh, justeru diambil dan dipasang kembali oleh Yesus.
Dia tidak merasa besar kepala dengan pembelaan Petrus. Dia justeru menegur Petrus agar tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Sekali lagi, harus dengan kasih. Yesus malah menolong musuh yang menyerang-Nya.
Kebesaran kuasa kasih Kristus tiada berhingga bagi semua orang. Termasuk yang memusuhi Dia. Kasih-Nya, tiada berkesudahan, tiada berbatas dan tiada memandang situasi atau kondisi.
Kasih-Nya dilakukan dalam segala hal, baik suka maupun duka, susah atau senang, menderita dan bahagia. Kasih tetap harus dilakukan. Itulah teladan di tengah penderitaan dan kesengsaraan-Nya. Dia tetap mengasihi.
Kasihilah meski susah dan menderita. Lakukan kasih secara sempurna. Kasih harus diuji oleh kesusahan, tantangan, penderitaan dan berbagai persoalan pelik.
Yesus mengajarkan kita mengasihi semua orang meskipun dimusuhi dan dibuat menderita. Tetap sabar, setia dan taat mengasihi semua orang.
Sebagai murid dan hamba Kristus, lakukanlah kasih, walau tersakiti. Bukan dendam, kedengkian, apalagi kekerasan. Tapi kasih. Kasihilah, maka kita akan terus dikasihi dan diberkati oleh Sang Kasih, yakni Tuhan Yesus selamanya, di bumi dan di sorga. Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Kristen-Selasa-13-Desember-2022-Filipi-45-Kebaikan-Hati.jpg)