Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca Markus 14:47, Kasih, Bukan Kekerasan.

Renungan Harian Kristen kali ini akan belajar tentang Kasih, Bukan Kekerasan. Baca Markus 14:47

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pexels.com
Renungan Harian Kristen, Kasih Bukan Kekerasan 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Tuhan Yesus adalah sumber kasih, dan Ia juga yang mengajarkan kasih kepada manusia.

semua ajaranNya tentang kasih tertulis dalam Alkitab.

Renungan Harian Kristen kali ini akan belajar tentang Kasih, Bukan Kekerasan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, 1 Yohanes 4:4 TB, Seseorang yang Lebih Besar

Baca Markus 14:47

Penangkapan Yesus oleh Yudas cs terjadi di taman seberang sungai Kidron. Itulah "markas" tempat biasa Yesus bertemu para murid-Nya. Yudas tahu, Yesus pasti di situ.

Maka dia mengarahkan pasukan para prajurit bersama imam kepala, ahli Taurat dan tua-tua ke situ. Memang benar, Yesus ada di sana. Ketika mereka tiba, dan mencari Yesus, Yesus tampil ke depan dan mengatakan, "Akulah Dia." Merekapun mundur dan jatuh ke tanah (Yoh 28:1-9).

Setelah 'drama' ciuman Yudas dan situasi memanas, Petrus tampil ke depan, mengambil pedang dan menetakkannya ke telinga kanan Malkhus, hamba Imam Besar yang menyerang dan menangkap Yesus

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Markus 14:45-46, Membunuh dengan Ciuman

Akibatnya, putuslah telinga kanan Malkhus. Yesus menegor Petrus sebab Dia harus menanggung semuanya sesuai firman Allah. Yesus kemudian mengambil telinga kanan Malkhus yang jatuh ke tanah itu dan menempelkannya kembali sehingga melekat seperti semula.

Yesus meminta Petrus menyarungkan pedangnya. Sebab siapa yang bermain pedang, akan binasa oleh pedang. Itulah Yesus. Meski dalam penderitaan, tetap masih menunjukkan kasih kepada yang memusuhi-Nya. Dia masih melakukan mujizat dengan mengembalikan telinga yang Malkhus.

Toh, tetap mereka yang sudah dikuasai iblis itu tidak bergeming. Mereka melanjutkan rancangan jahatnya menyiksa dan membunuh Yesus dengan keji. Hamba Imam Besar itu menikmati kebaikan Yesus, tapi semuanya sudah tak mengubah situasi.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, 3 Yohanes 1:11, Hati yang Mengikuti Tuhan

Mereka tetap menyeret dan mengadili-Nya dengan sangat tidak adil. Pasukan prajurit dan perwira Romawi serta penjaga-penjaga yang ditugaskan oleh orang Yahudi menangkap dan membelenggu Yesus.

Dia dibawa kepada Hanas, mertua Kayafas, Imam Besar pada waktu itu (Yoh 18:10-12).

Yesus sebenarnya bukan tidak mampu melawan mereka. Yesus dapat saja berseru kepada Allah untuk mengirim pasukan Malaikat yang akan menolong dan menyelamatkan Dia serta mengalahkan mereka.

Tapi, Yesus dalam ketaatan-Nya kepada Allah dan kesetiaan pada firman-Nya, serta kasih-Nya yang tulus dan tak terbatas bagi umat manusia, Dia menerima semuanya itu dengan kepasrahan penuh. Dia siap dikorbankan, demi kita. Dia berkorban bukan untuk diri-Nya, tapi untuk kita.

Maka ketika Petrus membela Yesus dengan menghunus pedang dan menetakkannya ke telinga Malkhus, Yesus mengulurkan tangan-Nya menolong hamba Imam Besar itu dengan keajaiban kuasa-Nya. Yah mujizat Dia lakukan untuk menolong musuh-Nya atau tepatnya lagi, mereka yang memusuhi-Nya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved