Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Penunjukan 5 Pjs Kepala Daerah, Pemprov Sulawesi Utara Masih Irit Bicara

Pada September 2023, 5 kepala daerah di Sulut habis masa jabatannya. Namun, hingga saat ini Pemprov Sulut masih enggan berkomentar.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Sekprov Sulut, Steve Kepel. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pihak Pemprov Sulawesi Utara masih irit bicara mengenai penunjukkan penjabat sementara (pjs) di lima daerah di Sulut yang kepala daerahnya habis masa jabatan pada September 2023.

Sekprov Sulut, Steve Kepel, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Koordinasi terus berjalan," katanya, Kamis (16/3/2023). 

Menurut dia, pihaknya tengah menanti pemberitahuan pemerintah pusat tentang batas masa jabatan para kepala daerah tersebut.

Ditanya proses saat ini, Steve Kepel hanya menjawab normatif. 

"Masih menanti dari pusat," katanya. 

Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sulut, Weldie, Poli ketika dikonfirmasi tribunmanado.co.id juga irit bicara.

"Itu wewenangnya pimpinan," katanya. 

Lima kepala daerah di Sulut akan mengakhiri masa jabatannya pada 25 September 2023.

Kelimanya adalah Bupati Mitra, James Sumendap; Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara; Bupati Bolmut, Depri Pontoh; Bupati Sitaro, Evangeline Sasingen; dan Bupati Minahasa, Royke Roring. 

Sesuai aturan, pjs kepala daerah dijabat oleh pejabat PNS yang satu tingkat di atas kabupaten dan kota, dalam hal ini Pemprov Sulut.

Tribunmanado.co.id merangkum sejumlah nama pejabat Pemprov Sulut yang berpeluang menduduki jabatan pjs di lima kabupaten dan kota di Sulut. 

Paling seru di Minahasa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut, Devi Tanos, berpeluang besar, prestasinya kinclong.

Baca juga: Perbandingan Harta Kekayaan Elly Lasut, Evangelian Sasingen, dan Rinny Tamuntuan

Baca juga: Dispora Manado: Pencairan Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Sulut 2022 Tengah Diproses

Prestasi sejumlah daerah yang memperoleh predikat kota layak anak (KLA) tak lepas dari fungsi koordinasi yang dimainkan Devi. 

Asisten I Pemprov Sulut, Denny Mangala, berpeluang masuk bursa sebab pernah jadi pejabat di Minahasa. 

Begitu pula Fransiskus Maindoka. 

Kadis ESDM Sulut ini juga pernah memegang jabatan di Minahasa hingga tahu suasana batin di Minahasa. 

Lynda Watania yang kini menjabat Sekda Minahasa bisa diajukan menyusul wacana sekda bisa menjadi pjs. 

Di Mitra, ada sederet nama yang dapat diplot.

Seperti Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Sulut, Roy Tumiwa serta Kadis Perhubungan Sulut, Izak Rey.

Kepala Dishub Sulawesi Utara, Izak Rey
Kepala Dishub Sulawesi Utara, Izak Rey (IST)

Izak pernah memegang jabatan di Minsel. 

Meki Onibala juga punya kans besar.

Ia berpengalaman menjabat pjs, juga punya segudang pengalaman dan kerap menorehkan prestasi.

Bisa pula Kadis Koperasi UMKM Sulut, Ronald Sorongan. 

Untuk Kotamobagu menguat dua nama, yakni Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Lukman Lapadengan dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulut, Abdullah Mokoginta. 

Sedang di Bolmut, nama Asripan Nani disebut kandidat terkuat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sulut ini pernah menjabat Sekda Bolmut. 

Baca juga: Terjemahan Lagu Ma Boy - Sistar19 dalam Bahasa Indonesia, Viral di Tiktok

Baca juga: Kejari Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara Serahkan Tersangka Dugaan Kasus Penggelapan Perbankan

Ia sangat mengenal budaya dan iklim pemerintahan di Bolmut. 

Untuk Sitaro, muncul nama Asisten 3 Pemprov Sulut, Franky Manumpil.(*)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved