Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Tokoh

Sosok Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso yang Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Sosok Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso yang resmi dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Editor: Tesalonika Geatri
Tribunnews.com/ Fersianus Waku
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso yang resmi dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan Polisi dengan nomor STL/092/III/2023/BARESKRIM itu dilayangkan oleh asisten pribadi (aspri) Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej, Yogi Ari Rukmana, Selasa (14/3/2023).

Diketahui sebelumnya Ketua IPW melaporkan Eddy Hiariej ke KPK karena dugaan menerima uang Rp7 miliar melalui dua asprinya, salah satunya yakni bernama Yogi.

Pemberian uang tersebut terkait dengan sengketa kepemilikan saham PT Citra Lampia Mandiri.

"Saya datang hari ini untuk membuat pengaduan ke Dumas terkait dugaan tipikor berpotensi dugaannya bisa saja pemerasan dalam jabatan bisa juga gratifikasi atau yang lain," kata Sugeng di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2023).

Menanggapi hal tersebut, Yogi kemudian melaporkan Sugeng atas dugaan pencemaran nama baik.

Lantaran namanya yang disebut sebagai perantara yang menerima dugaan gratifikasi Eddy Hiariej senilai Rp7 miliar.

Lalu siapakah sosok Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso tersebut?

Berikut profil Sugeng yang dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aspri Wamenkumham karena pencemaran nama baik:

Dilansir policewatch.news, pria benama lengkap Sugeng Teguh Santoso tersebut lahir di Semarang pada 13 April 1966.

Ayahnya merupakan seorang pegawai sebuah perusahaan di Semarang dan aktif sebagai aktivis buruh di perusahaan tersebut.

Sedangkan ibunya merupakan seorang guru.

Namun, saat Sugeng berusia lima tahun, dirinya berpisah dengan ayahnya karena sang ayah disebutkan "menghilang".

Selang beberapa tahun kemudian, Sugeng bertemu kembali dengan ayahnya yang sudah menjadi tukang becak di kawasan Jakarta Pusat.

Sugeng diketahui merupakan seorang politikus Indonesia, ia juga merupakan Sekretaris Jenderal Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), organisasi yang menaungi profesi advokat seluruh nusantara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved