Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Viral Medsos

Akhirnya Terungkap Motif Mantri S Suntik Mati Kades, Ternyata Sosok Bidan NN yang Jadi Pemicu

Berikut ini motfi dan fakta Mantri suntik mati Kades yang berhasil dirangkum TRIBUNMANADO.CO.ID.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
kolase Tribunmanado/ HO
kolase foto yang berkaitan dengan Mantri S Suntik Mati Kades, Ternyata Sosok Bidan NN yang Jadi Pemicu 

Sebelum menyuntikan Sidiandryl Dyphenhydramine, Mantri S ternyata sempat cekcok dengan korban.

"Pelaku cekcok dengan korban hingga emosi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, alasan menyuntikan itu karena ingin memberikan efek jera biar lemas saja, tidak ada niat untuk membunuh," ungkap Raden Elang dikutip TribunStyle.com dari TribunBanten.com, Senin (13/3/2023).

Bahkan setelah korban mengalami, lemas dan sesak nafas, pelaku juga membantu membawa korban ke Puskesmas Padarincang, hingga ke RSUD Banten.

"Obat itu kan cuma obat alergi dan bisa menimbulkan lemas doang, tapi korban sesak nafas.

Sehingga pelaku juga kaget dan langsung membawa korban ke Puskesmas," pungkasnya.

Status Mantri S kini sudah menjadi tersangka, usai menusuk punggung Kades Salamunasir dengan jarum suntik berisi cairan obat injeksi.

Kronologi Pembunuhan

Salamunasir dibunuh oleh mantri S pada Minggu (12/3/2023) di kediaman pribadinya di Kampung Sukamanah, Kabupaten Serang pukul 12.30 WIB.

Salamunansir dibunuh oleh S dengan menggunakan jarum suntik berisi cairan atau obat.

Sebelum insiden pembunuhan terjadi, S mendatangi kediaman Salamunansir tapi yang bersangkutan sedang tidak ada di rumahnya.

Sedangkan yang ada di kediaman Salamunansir adalah istrinya.

Lantas S pun menyuruh istri Salamunansir untuk menelepon sang suami.

Tak berselang lama, Salamunansir datang ke rumah dan cekcok pun terjadi dengan S sekira pukul 12.30 WIB.

Seusai cekcok terjadi, S pun menusuk Salamunansir menggunakan jarum suntik yang dibawanya.

Sesaat setelah itu, rekan Salamunansir, Muhaemin langsung membawa korban ke Puskesmas Padarincang.

Kemudian, korban pun lalu dirujuk ke RSUD Banten.

Hanya saja, Salamunansir diduga tewas saat perjalanan menunju RSUD Banten.

Tak berselang lama, S pun ditangkap oleh polisi tak berselang lama setelah Salamunansir meregang nyawa.

Hal ini pun dibenarkan oleh Kapolsek Padarincang AKP Karmana.

Di sisi lain Kasi Humas Poresta Serang Kota, AKP Iwan Sumantri mengungkapkan pihaknya masih mendalami motif yang dilakukan pelaku sehingga membunuh Salamunansir.

“Masih penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti. Motifnya belum ketahuan, nanti ya,” katanya.

“Pelaku sudah diamankan, perkaranya ditangani Polres Serang,” ujarnya.

Pelaku Berprofesi Mantri, Buka Praktek dan Banyak Warga Berobat

Menurut Ketua RT Bahraen, S merupakan mantri di RSUD Banten dan membuka praktek pengobatan pula di Kampung Sukaraja.

“Dia buka praktek di rumahnya, dia warga kampung Sukaraja, kalau tugasnya mah di RSUD Banten,” tuturnya.

Ketika S membuka praktek di kampungnya, Bahraen mengungkapkan banyak warga yang berobat ke tempatnya.

“Banyak masyarakat yang berobat kesana,” katanya.

Seorang mantri suntik kepala desa hingga tewas, kini terkuak cairan yang disuntikkan
Seorang mantri berinisial S suntik kepala desa hingga tewas. (TribunBanten.com / Freepik)

 

Artikel ini diolah dari TRIBUNMANADO.CO.ID dari artikel yang telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Motif Mantri Suntik Sidiadryl ke Kades di Serang hingga Tewas, Ngaku Cuma Ingin Bikin Korban Lemas

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com

Baca Berita Lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved