Minahasa Sulawesi Utara
BPJS Kesehatan Tondano Jemput Bola, Mudahkan Akses Layanan Peserta JKN di Minahasa Sulawesi Utara
BPJS Kesehatan cabang Tondano menggalakkan program Jebol JKN di Pineleng. Ada 72 warga yang memanfaatkan program tersebut.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MINAHASA – Demi memberikan kemudahan akses layanan kepada peserta Program JKN di Kabupaten Minahasa, BPJS Kesehatan Cabang Tondano menggalakkan program Jemput Bola (Jebol) JKN.
Program ini merupakan layanan tatap muka langsung yang dilakukan bersama pemerintah kelurahan setempat.
Pada pelaksanaan Jebol JKN, masyarakat maupun peserta JKN dapat memanfaatkan berbagai layanan seperti pendaftaran peserta baru, perubahan data peserta, perubahan kelas, pemberian informasi, registrasi Aplikasi Mobile JKN dan pendaftaran Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tondano, Raymond Jerry Liuw, usai melaksanakan Program Jebol di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Raymond Liuw mengatakan, selain adanya berbagai fitur layanan digital yang telah dihadirkan
untuk memudahkan peserta, BPJS Kesehatan juga terus melakukan berbagai terobosan dan
inovasi untuk menjangkau masyarakat di daerah-daerah pedesaan.
"Salah satu terobosan tersebut yaitu dengan pelaksanaan Program Jebol ini. Jebol JKN selanjutnya akan dilaksanakan di seluruh desa atau kelurahan," jelas Raymond Liuw kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (7/3/2023).
Raymond Liuw menerangkan, program Jebol JKN akan dilaksanakan secara rutin khususnya untuk wilayah yang jaraknya jauh dari Kantor BPJS Kesehatan dan masih sulit jaringan internet untuk mengakses layanan digital JKN.
"Tim kami akan turun langsung untuk memudahkan peserta,” kata Raymond Liuw.
Menurutnya, kolaborasi bersama pemerintah setempat juga sangat penting dilakukan demi kelancaran program ini.
Pada pelaksanaannya, perangkat kelurahan atau desa sangat mendukung dengan turut menyediakan tempat dan memfasilitasi warga untuk dapat berkumpul pada kegiatan Jebol JKN.
Baca juga: Viral Kisah Guru Honorer di Gorontalo, Promosikan Ginjalnya di Facebook karena Tak Digaji
Baca juga: Imigrasi Manado Hadir di Mall Pelayanan Publik, Beri Kemudahan Akses
Terlihat warga yang hadir juga sangat positif menyambut pelaksanaan kegiatan ini.
“Sinergi dengan pemerintah setempat sangat baik. Semoga Jebol juga dapat meningkatkan awareness masyarakat terkait keberlangsungan Program JKN,” kunci Raymond Liuw.
Sementara itu, Sekretaris Desa Lota, Anthonius Djani, menyampaikan program Jebol JKN merupakan program yang sangat ditunggu oleh masyarakat.
Kata dia, antusiasme masyarakat Desa Lota dan sekitarnya sangat besar, sehingga banyak masyarakat yang hadir untuk mengurus berbagai administrasi kepesertaan JKN serta memperoleh informasi tentang JKN.
“Banyak masyarakat yang konsultasi, mulai dari pendaftaran peserta JKN hingga pengaduan
masyarakat karena kartu BPJS nya tidak aktif. Program Jebol benar-benar sangat membantu
kami dan warga yang berada jauh dari Kantor BPJS Kesehatan," ungkap Anthonius Djani.

Selain itu, Jebol membuat masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk mendapatkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan.
"Sebagai perangkat desa, kami juga berharap program Jebol dapat dilakukan secara
berkala ke depannya," harapnya.
Berdasarkan info dari petugas BPJS Kesehatan, pelaksanaan Jebol di Desa Lota telah dimafaatkan oleh 72 warga, sehingga terbukti bahwa program ini sangat berdampak positif bagi masyarakat.
“Kami dan warga sangat terbantu, seluruh masyarakat jadi lebih paham terkait berbagai
manfaat menjadi peserta program JKN,” tandas Anthonius Djani.
Irma, salah satu warga yang secara langsung memanfaatkan program Jebol ini, mengaku sangat dimudahkan dengan hadirnya petugas BPJS Kesehatan yang datang langsung ke Desa Lotta.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,3 SR Sore Ini Selasa 7 Maret 2023, Baru Saja Guncang Lampung, Berikut Info BMKG
Baca juga: KPK Tanggapi Informasi DPO Buronan Harun Masiku di Malaysia yang Jadi Marbot Masjid
Selama ini dirinya dan keluarga belum memiliki kartu JKN, karena masih ragu dan belum paham tentang manfaat yang kami terima jika menjadi peserta JKN.
"Kebetulan saya dapat informasi dari tetangga kalau di Desa Lota ada petugas BPJS Kesehatan yang membuka loket pelayanan JKN. Saya pun langsung bergegas,” kata Irma.
Irma mengatakan tidak ragu lagi untuk mendaftarkan dirinya dan keluarga menjadi peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga atau yang lebih dikenal dengan peserta mandiri.
“Ternyata sangat mudah, cukup dengan menunjukan kartu keluarga dan buku rekening
tabungan, saya beserta keluarga sudah dapat didaftarkan. Petugas BPJS Kesehatannya pun
sangat ramah, saya juga dijelaskan terkait hak-hak yang akan diperoleh ketika menjadi
peserta JKN,” pungkasnya.(*)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Polisi Tangkap Seorang Pengedar Sabu di Minahasa Sulawesi Utara, Pelaku Sempat Melawan Petugas |
![]() |
---|
Proyek Pamsimas Wasian Minahasa Belum Maksimal, Pemdes akan Pakai Dana Desa untuk Operasional |
![]() |
---|
Proyek Pamsimas Rp 400 Juta Dibidik Kejari Minahasa, Kades Wasian Diperiksa |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Kronologi Pembunuhan di Desa Temboan Minahasa, Pelaku Diancam Hukuman Mati |
![]() |
---|
Sosok Shefatia Taroreh, Pembawa Baki Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Langowan Raya Minahasa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.