Tajuk Tamu
Kota Manado Perlu Belajar dari Surabaya dan Semarang Soal Cara Mengatasi Sampah Plastik
Program normalisasi sungai di Daerah Aliran Sungai, Penciptaan Bank Sampah, pendirian organisasi masyarakat peduli sampah, dan sebagainya
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
Matangnya perencanaan tata kota, implementasi program-program pengendalian sampah, dan sistem monitoring & evaluasinya patut dijadikan contoh untuk diterapkan di kota Manado.
Beberapa contoh program yang mungkin bisa diterapkan di kota Manado antara lain desain sarana dan prasarana fasilitas umum yang berpotensi dilewati sampah harus didesain supaya sampah mudah untuk dikontrol.
Misalnya, setiap badan jalan baiknya dilengkapi dengan sarana kelengkapan jalan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004.
Serta Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu saluran got, lubang-lubang resapan jalan, rambu-rambu dilarang buang sampah sembarangan, tempat sampah yang direkomendasikan (tempat sampah organik, non-organik, dan sampah B3, Bahan Berbahaya dan Beracun), alat pengendali dan pengaman jalan seperti CCTV, dan fasilitas pendukung lainnya.
Program lainnya yang berhubungan dengan budaya masyarakat Manado adalah dari desain pembangunan rumah dan sanitasi.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Serta Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Sanitasi seharusnya diperhatikan masyarakat ketika mendesain sanitasi rumah misalnya membuat jamban sehat, resapan tertutup, pengadaan tempat sampah organik, non-organik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), dan saluran sanitasi tertutup. Pemetaan sanitasi yang baik akan mengurangi jumlah sampah yang langsung disalurkan keluar rumah, yaitu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.
Dari pihak pemerintah, pemerintah juga disarankan memberikan stimulus program untuk mengendalikan sampah.
Beberapa program antara lain pembuatan kampung tematik skala keluarahan atau kecamatan berkaitan dengan pemanfaatan barang bekas contohnya kampung lampion, kampung hidroponik, dan lain-lain.
Program normalisasi sungai di Daerah Aliran Sungai, Penciptaan Bank Sampah, pendirian organisasi masyarakat peduli sampah, dan sebagainya.
Dukungan pemerintah kota Manado tersebut harus juga diimbangi dengan sosialisasi dan pemberitaan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian dari nilai pengelolaan sampah seperti program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) sampah, pendauran ulang sampah, pemanfaatan teknologi tepat guna, peningkatan karya seni berbahan sampah daur ulang, dan sebagainya.
Harapannya dengan memberikan nilai rupiah pada sampah, akan memotivasi masyarakat untuk membuat sistem sanitasi, pembiasaan pemilahan sampah dari skala rumah tangga dan kesadaran akan nilai sampah yang bisa menjadi sejumlah rupiah.
Baca juga: Pendatang Baru Rasa Petahana, Irene Pinontoan dan Keane Sualang Menuju Gedung Cengkih
Baca juga: Bosowa Berlian Motor Manado Diler 3S Mitsubishi Terbaik di Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tulisan-lydia-porotuo-magister-ilmu-lingkungan-universitas-gadjah-mada-ugmvvb.jpg)