Mata Lokal Memilih
Trah Sang Gladiator Ramaikan Persaingan ke DPRD Sulawesi Utara, Sabrina Sumendap Ikut Jejak Ayah
Namun Gladiator, julukan James Sumendap di bentara politik ini rupanya sudah menyiapkan pengganti.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tensi politik Gedung Cengkih sempat hangat dengan mundurnya Djein Leonora Rende sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara Periode 2019-2024.
Djein Rende merupakan istri dari Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap.
Namun Gladiator, julukan James Sumendap di bentara politik ini rupanya sudah menyiapkan pengganti.
Sosok ini jatuh ke anak perempuannya bernama Sabrina Sumendap.
Sabrina sejak 2020 sudah masuk dunia politik mengikuti jejak sang ayah.
Ia mulai dari bawah sebagai Bendahara PAC PDIP Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Selain itu, Sabrina Sumendap juga tergabung di Banteng Muda Indonesia (BMI), sayap Partai PDIP.
Ia juga menjabat Bendahara di DPC BMI Kabupaten Minahasa Tenggara.
Belakangan, nama Sabrina Sumendap digadang maju ke Pemilihan DPRD Sulut 2024, menggantikan ibunya Djein Rende yang sudah mundur dari Gedung Cengkih.
Sang ayah James Sumendap juga bekas Anggota DPRD Sulut.
Bak sudah tradisi, Aggota Keluarga Sumendap-Rende selalu mendapat kepercayaan masyarakat menjadi wakil rakyat Gedung Cengkih.
Apalagi PDIP sedang menyiapkan pengkaderan, memunculkan kader muda ke panggung politik.
Hal itu disampaikan langsung Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey
"Kader milenial juga berpeluang, (diusung di Pemilu 2024)" ujarnya.
Steven Kandouw Ketua Badan Pemenangan Pemilu pun mendukung para kader milenial untuk tampil di arena Pemilu 2024.
Ia bahkan memperkenalkan nama-nama kader Milenial bertepatan dengan Perayaan HUT ke-50 PDIP di Jakarta.
Sabrina Sumendap sebagai trah James Sumendap memang berpeluang besar di usung ke Gedung Cengkih.
Pada Pemilu 2019, Djein Rende yang diusung sebagai Caleg.
Hasilnya istri Bupati Mitra ini memborong 40.227 suara, jadi Caleg dengan perolehan suara terbanyak kedua di DPRD Sulut.
Edwin Rumimpunu Mundur dari Kepengurusan Partai Gerindra Sulawesi Utara
pertama Conny Rumondor membeber ada upaya untuk mengkudeta dirinya dari posisi pimpinan.
"Saya dapat bukti, terus laporkan ke DPP, langsung direspon keluar surat dari DPP," kata dia.
Alasan kedua, beberapa kader sudah tidak aktif lagi sehingga dibutuhkan penyegaran
"Kita butuh kader yang mau membesarkan partai, mau memenangkan Pak Prabowo sebagai Calon Presiden 2024," kata dia.
Ia juga menyoroti ada yang mengaku kader tapi tidak mau mengampanyekan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai Capres Partai Gerindra.
"Mau pasang baliho saja tidak mau," ungkapnya.
Conny Rumondor pun tak ambil pusing soal status dan prestasi kader, jika dinilai tidak loyal maka lebih baik tidak di Partai Gerindra.
Baca juga: Pembongkaran Kios Kuliner di Malalayang Manado Sulawesi Utara, Pedagang: Kami Sangat Kecewa
Baca juga: Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Ikut Jawab Pertanyaan Berhitung Pakai Metode Gasing
MK Registrasi 11 Perkara Sengketa Pilkada dari Sulut, Baso Affandi: Hormati Proses Hukum |
![]() |
---|
Ajukan PHPU Pilkada Sulut ke MK, E2L-HJP Pilih Denny Indrayana Jadi Kuasa Hukum |
![]() |
---|
Menakar Ambang Batas Pertarungan Pilkada Sulut di Mahkamah Konstitusi, Catatan Pengamat Hukum |
![]() |
---|
KPU Tomohon Gelar Bimtek dan Simulasi Aplikasi Sirekap untuk PPK dan PPS Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Bawaslu Mitra Sulawesi Utara Minta Media Awasi Tahapan Pilkada, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.