Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Brigadir J Tewas

Rangkuman Perjalanan Kasus Brigadir J yang Menyeret Ferdy Sambo, Hari ini Vonis Hakim akan Dibaca

Kini terdakwa Ferdy Sambo akan mendengarkan vonis dari Majelis Hakim pada Senin, (13/2/2023) hari ini.

Tayang:
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Potret Ferdy Sambo Cium dan Peluk Putri Candrawath 

Insiden penembakan ini, kata Ramadhan, bermula saat Bharada E mendengar suara Putri Candrawathi berteriak.

Karena curiga, Bharada E menghampiri sumber suara dan justru bertemu Brigadir J.

Bharada E yang penasaran setelah mendengar Putri Candrawathi berteriak, bertanya pada Brigadir J, namun justru dibalas tembakan.

“Setelah dengar teriakan, itu Bharada E itu dari atas, masih di atas itu bertanya, ‘Ada apa Bang?’ Tapi, langsung disambut dengan tembakan yang dilakukan oleh Brigadir J,” ungkap Ramadhan, Senin.

“Itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar,” imbuhnya.

Setelahnya, Putri Candrawathi menelepon Ferdy Sambo yang kala itu disebut-sebut tak berada di rumah dinas.

Kemudian, baru Ferdy Sambo menghubungi Polres Metro Jakarta Selatan untuk melaporkan kematian Brigadir J.

Kemunculan Pertama Ferdy Sambo

Kadiv Propam Polri (non aktif) Irjen Pol Ferdy Sambo saat meninggalkan Bareskrim Polri, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (4/8/2022).
Kadiv Propam Polri (non aktif) Irjen Pol Ferdy Sambo saat meninggalkan Bareskrim Polri, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (4/8/2022). (HARIAN KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

Ferdy Sambo mendatangani Bareskrim Polri pada Kamis (4/8/2022), untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus Brigadir J.

Kemunculan Ferdy Sambo ini menjadi yang pertama di hadapan publik, setelah kasus Brigadir J diungkap.

Dalam kesempatan itu, Ferdy Sambo memberikan sejumlah pernyataan, termasuk permintaan maaf kepada Polri dan belasungkawa atas kematian Brigadir J.

"Selanjutnya, saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada institusi (Polri) terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga," ujar Ferdy Sambo kala itu.

"Demikian juga saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yosua. Semoga keluarga diberikan kekuatan," tambahnya.

Tak hanya itu, Ferdy Sambo juga sempat menyinggung soal sikap Brigadir J yang dinilainya menjadi penyebab korban tewas.

Meski demikian, ia meminta pada publik untuk tidak berasumsi terkait kasus penembakan di rumah dinasnya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved