Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

3 Sosok Anggota Partai Politik yang Peluang Isi Kursi Kosong di DPRD Sulawesi Utara

3 Kursi Wakil Rakyat di gedung cengkih DPRD Sulawesi Utara saat ini kosong.

Editor: Chintya Rantung
ryo noor/tribun manado
Gedung Cengkih DPRD Sulut 

TRIBUNMANADO.CO.ID - 3 Kursi Wakil Rakyat di gedung cengkih DPRD Sulawesi Utara saat ini kosong.

Kursi kosong itu pun nanti akan diisi oleh 3 figur yang diajukan Partai politik pengusung dengan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pasalnya, ada 3 orang Anggota DPRD Sulut yang meninggal dunia selama bertugas dalam periode berjalan.

Mereka yakni almarhum Winsulangi Salindeho (Golkar), Almarhum Johny Panambunan (Nasdem), dan Almarhum Fanny Legoh (PDIP).

Maka 3 figur yang berpeluang mengisi kursi kosong tersebut.

Pertama, kursi kosong milik Partai Golkar ditinggal Winsulangi Salindeho dari Dapil III Nusa Utara.

Sudah hampir lama kosong, semenjak Winsulangi Salindeho meninggal 15 Agustus 2021, Partai Golkar belum juga merampungkan proses PAW.

"Sedang proses," Kata ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulut, Raski Mokodompit.

Padahal calonnya sudah ada, namanya Meyke Lavarence.

Sosok ini merupakan Caleg dengan perolehan suara terbanyak kedua Caleg Partai Golkar pada Pemilu DPRD Sulut 2019 dari Daerah Pemilihan III Nusa Utara.

Winsulangi Salindeho memperoleh suara terbanyak dengan12.036 suara

Di urutan kedua ada Meyke Lavarence dengan perolehan 8.472 suara.

Meyke bahkan unggul atas sesama Caleg yakni Sisca Salindeho, Mantan Wakil Bupati Sitaro, dan Constantin Ganggali, Mantan Bupati Talaud.

Kedua, kursi Kosong Partai Nasdem yang ditinggal Johny Panambunan

Ketua DPW Partai Nasdem Sulut Victor Mailangkay mengatakan, Nori Supit menjadi Anggota DPRD Sulut melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) setelah Johny Panambunan meninggal dunia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved