Kasus Pembunuhan Brigadir J

Putri Candrawathi Bacakan Pledoi, Kukuh Nyatakan Dilecehkan Brigadir J dan Perempuan yang Disakiti

Putri Candrawathi Bacakan Pledoi dalam Persidangan di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Kukuh Nyatakan Dilecehkan Brigadir J dan Perempuan yang Disakiti.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com/Capture Youtube
Putri Candrawathi Bacakan Pledoi dalam Persidangan di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Kukuh Nyatakan Dilecehkan Brigadir J dan Perempuan yang Disakiti 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pledoinya atas kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri Candrawathi merasa telah difitnah atas apa yang tidak dilakukannya.

Istri Ferdy Sambo itu menyatakan dirinya telah dilecehkan oleh orang terdekat keluarganya, dalam hal ini yang dimaksud diduga ialah Brigadir J.

Putri Candrawathi juga merasa dirinya disakiti serta dianiaya pada saat dirinya berada di Magelang pada bulan Juli 2022 lalu.

Hal itu diungkapkan Putri Candrawathi saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi usai dituntut 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus Brigadir J.

Dari balik jeruji di rumah tahanan Kejaksaan Agung, istri Ferdy Sambo itu mengaku tertatih-tatih mengumpulkan energi untuk membuat pembelaan atas berbagai berbagai tuduhan yang mengada-ada.

“Saya tuliskan sebuah surat untuk siapapun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati.

Sebuah Nota Pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma,

fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan,” tutur Putri membacakan pleidoinya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

“Sebuah nota pembelaan seorang Ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada,” ucapnya dengan suara bergetar.

Putri Candrawathi juga mengaku menuliskan huruf demi huruf dan setiap kata yang dituangkan dalam nota pembelaannya itu dengan rasa perih di hati, lantaran membawa ingatan pada orang- orang tersayang di luar sana.

Baca juga: Pledoi Ferdy Sambo: Istri Saya Putri Candrawathi Dilecehkan Brigadir J

Khususnya, anak-anaknya di rumah dan di sekolah, suami yang telah seratusan hari berpisah dan ditahan di Mako Brimob, hingga orang tua dan seluruh sahabat yang juga ikut merasakan derita yang ia alami.

“Coretan pena di lembar-lembar kertas putih ini berulang kali saya rasakan seperti irisan luka yang disobek paksa kembali dan seperti pisau yang disayatkan lagi pada perih yang belum pernah sembuh hingga saat ini. Berkali-kali.

Yaitu, ketika Saya harus menjelaskan apa yang terjadi pada sore hari di rumah Kami di Magelang, 7 Juli 2022 lalu,” kata Putri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved