Imlek
Jelang Imlek 2574, Umat Konghucu Cuci Arca Berusia Puluhan Tahun di Klenteng Kong Zi Miao Manado
Menjelang Imlek, umat Konghucu di Manado menyuci arca pekan lalu. Suasana Imlek pun semakin kentara di klenteng.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Nuansa Imlek kian terasa di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Imlek 2574 Kongzili tahun ini jatuh pada Minggu (22/1/2022).
Ornamen, hiasan, pernak-pernik, terkait Imlek mulai dipasang di mana-mana.
Selain klenteng, hiasan yang didominasi lampion juga mewarnai pusat perbelanjaan dan ruang publik.
Di sisi lain, warga Tionghoa pun mulai disibukkan dengan tradisi menjelang Imlek, seperti umat Khonghucu Manado.
Mereka mulai membenahi Klenteng Kong Zi Miao di Jalan Panjaitan Manado.
Selain berbenah dan bersih-bersih, ada tradisi yang terus berjalan saat menyambut Imlek, yakni prosesi cuci arca .
Jumat (13/01/2023), belasan umat Khonghucu terlihat sibuk di Klenteng Kong Zi Miao.
Beberapa di antara mereka, laki-laki dan perempuan berpakaian serba putih.
Ada yang sibuk memindahkan arca dan patung ke meja khusus di selasar klenteng. arca dan patung diangkat dari altar.
Tiga orang, dua perempuan dan satu laki-laki tampak sibuk.
Mereka mencuci arca-arca berbagai ukuran yang berjumlah puluhan.
Arca Nabi Khonghucu yang paling pertama dicuci, setelah itu arca dewa-dewa.
Arca dibersihkan dengan sikat khusus yang sudah dibasahi.
Air dan sabun disediakan khusus untuk membersihkan debu yang menempel.
Setelah bersih, arca-arca itu dilap dengan handuk putih yang masih baru.
Sementara, seorang pemuda ditugaskan khusus mencuci patung-patung yang ukurannya lebih besar.
Ia mencuci patung di halaman klenteng, tepat di bawah terik mentari.
Patung harimau penjaga klenteng yang baru dicuci menyala diterpa sinar matahari.
Arca dan patung yang sudah bersih ditempatkan di meja yang sudah didoakan.
Baca juga: Natal Bersama BUMN di Manado, Erick Thohir Sentil Firman dari Injil Lukas
Baca juga: Sambut Imlek 2574, PSMTI Salurkan 1.000 Paket Bansos ke Masyarakat
Dupa khusus ditempatkan di meja itu.
Prosesi cuci arca yang berusia puluhan tahun itu tak sembarang dilakukan.
Karena itu mereka yang bertugas adalah orang pilihan dan berpakaian serba putih.
"Bagi yang hendak cuci arca, harus berpantang, tidak makan makanan bernyawa. Cia Cae, hanya makan sayuran," ujar Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Sulut, Js Pon Rianno Baggy.
Lebih jauh ia menjelaskan, warna putih melambangkan kesucian, sejalan dengan tujuan membersihkan altar dan mencuci arca.
"Diharapkan, umat membersihkan hati, diri dalam rangka menyambut Imlek 2574 Kongzili," kata Baggy.
Pakaian putih menandakan hati yang putih bersih.
Umat wajib meninggalkan kehidupan yang lama.
"Meninggalkan hal-hal yang tidak baik dan masuk ke tahun baru dengan hati baru yang bersih dan tulus," jelasnya.
Terkait itu, berbagai kegiatan dilakukan umat Khonghucu dalam rangka Imlek 2574 Kongzili.

Kegiatan-kegiatan yang digagas Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Manado lebih difokuskan pada aksi sosial.
Mulai dari bakti sosial ke panti asuhan di Manado dan penghijauan, penanaman 150 bibit pohon, serta donor darah.
"Selain itu, kita masih akan melaksanakan pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu," kata Ketua Makin Manado, Hentje Lintong, Minggu (15/01/2023).
Katanya, pemasangan listrik gratis ini menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Baca juga: POTRET Gagahnya 5 Jenderal Bintang Empat TNI-Polri Lakon Wayang Orang Pandawa Boyong
Baca juga: Awali Tahun 2023, Honda DAW Edukasi Keselamatan Berkendara ke Pelajar SMP N 6 Tondano Sulawesi Utara
"Bukan hanya umat Konghucu. Ini sebagai wujud kasih kepada sesama," jelas Lintong.(*)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Nyalakan Kembang Api Sejam Nonstop, Perayaan Malam Tahun Baru Imlek di Manado Spektakuler |
![]() |
---|
Kunjungi Rumah Orang Tua dan Makan Mie Panjang Umur, Ini Tradisi Umat Tridharma Manado Saat Imlek |
![]() |
---|
Umat Tridharma di Manado Sulawesi Utara Bersiap Jalani Sembahyang Tahun Baru Imlek |
![]() |
---|
Kuliner Khas Imlek, Ini Keunikan Kue Keranjang dari Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Beginilah Sejarah Perayaan Tahun Baru Imlek, Sejak Tahun 1912 Dihapus tapi Tradisinya Jalan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.