Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Reshuffle Kabinet

Pengamat: Sikap Janggal NasDem Dukung Pemerintah dan Koalisi Oposisi di Waktu Sama, Reshuffle Kapan?

Wacana reshuffle kabinet terus menjadi perbincangan di awal tahun 2023. Bahkan menuai pro kontra di kalangan para politisi. 

Editor: Aswin_Lumintang
Foto via fajar.co.id
Yunarto Wijaya 

Dengan temuannya itu, Djarot meminta agar Jokowi mengevaluasi Yasin Limpo dan Siti Nurbaya.

Kendati demikian, dia menyarankan agar kedua menteri itu mengundurkan diri saja lantaran dinilai tidak cocok dengan kebijakan Presiden.

“Kalau memang gentle, betul sudah seperti itu, akan lebih bak untuk menteri-menterinya (menteri dari Partai NasDem) lebih baik mengundurkan diri. Itu lebih gentle,” kata Djarot.

Di sisi lain, Jokowi juga menebar sinyal akan melakukan reshuffle dalam kabinetnya.

Tak tanggung-tanggung, sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun 2023, Jokowi sudah mengatakan sebanyak empat kali terkait rencana perombakan kabinet.

Yaitu saat meninjau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada 13 Oktober 2022, kunjungan kerja di Bogor 23 Desember 2022, ketika meninjau Pasar Tanah Abang di 2 Januari 2023, serta saat peresmian SPAM Durolis di Pekanbaru 5 Januari 2023.

Bahkan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin telah memprediksi bahwa reshuffle akan dilakukan Jokowi pada Januari 2023.

"Mungkin Januari ini, kita tunggu bareng-bareng," ujarnya pada 5 Januari 2023 lalu.

Ngabalin juga meminta agar menteri yang diganti tetap semangat dan tidak marah.

"Karena waktu Anda sudah sampai disini saja. Tetap dan harus berterimakasih pada Presiden saat diangkat dan diberhentikan oleh beliau," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(YouTube Kompas TV)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Isu Reshuffle NasDem, Pengamat: Presiden Harus Jadi Kepala Pemerintahan, Bukan Kepala Koalisi, https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/13/soal-isu-reshuffle-nasdem-pengamat-presiden-harus-jadi-kepala-pemerintahan-bukan-kepala-koalisi?page=all.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved