Manado Sulawesi Utara
Terungkap Identitas Pengedar Narkoba di Singkil Manado, Baru Saja Ditangkap Hari Rabu Kemarin
Kasat Narkoba Polresta Manado, Kompol May Diana Sitepu, mengatakan jika pelaku diamankan di Kecamatan Singkil, Manado.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang pengedar narkoba di Kecamatan Singkil Kota Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ) tak berkutik saat diamankan Tim Reserse Narkoba Polresta Manado.
Pria berusia 41 tahun itu baru saja diamankan pada Rabu 4 Januari 2023.
Kasat Narkoba Polresta Manado, Kompol May Diana Sitepu, mengatakan jika pelaku diamankan di Kecamatan Singkil, Manado.
Ya polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial RK (41), warga Kota Manado, Sulawesi Utara.
Diketahui Tim Reserse Narkoba Polresta Manado mengungkap peredaran narkotika jenis psikotropika.
“Pria berinisial RK ini diamankan pada Rabu 4 Desember 2022 di Kecamatan Singkil,” ujar Sitepu saat dikonfirmasi di Polresta Manado, Kamis (5/1/2023).
Menurut dia, penangkapan terhadap terduga pelaku berkat laporan dari warga yang mengetahui adanya narkotika jenis psikotropika.
“Berdasarkan laporan warga, Tim Satuan Resnarkoba Polresta Manado langsung melakukan penyelidikan dan menangkap terduga pelaku,” ujar dia.
Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita barang bukti sebanyak 40 butir psikotropika alprazolam dan uang tunai sejumlah Rp 29 ribu.
“Terduga pelaku dan barang bukti langsung diamankan ke Mako Polresta Manado guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Kompol May Diana.
Kisah Mantan Pecandu Narkoba di Manado
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap orang punya kesempatan untuk kembali menjani hidup yang lebih baik.
Seperti yang dialami oleh Andika Vialy Pangau (31).
Pria Kelahiran Manado Sulawesi Utara 8 Januari 1991 menceritakan kisah hidupnya.
Ia dari seorang pecandu berat narkoba hingga bisa berubah menjadi seorang Chef profesional.
Andika adalah pria yang kurang beruntung.
Karena ketika umurnya dua tahun ia harus kehilangan sosok ayah.
Andika mengaku akhirnya terjerumus di pergaulan yang buruk sejak remaja hingga beranjak dewasa.
"Sejak saya kehilangan sosok ayah, di situ juga mulai kehilangan arah hidup," kata Andika
Andika menjelaskan awal mulanya mengenal narkoba ketika merantau ke Jakarta.
Di sana ia sampai jadi pecandu berat.
Bahkan bukan hanya menjadi pecandu saja, dirinya juga sempet mengenal dunia gemerlap malam di Kota Jakarta.
"Saya sudah mengenal seperti dunia gemerlap malam Kota Jakarta, dari wanita malam sampai penari striptis," kata Andika
Andika mengungkapkan sangat bersyukur karena dirinya bisa bertobat dan berubah menjadi orang yang lebih baik ketika ia ditangkap polisi dan direhabilitasi.
Menurutnya, polisi adalah alat Tuhan untuk membuat ia bisa berubah untuk menjadi orang baik, karena sebelumnya ia sempat menatang Tuhan.
"Saya sempat berkata kecuali Tuhan yang suru saya berhenti baru saya akan lapas ini narkoba," ujar Andika
Andika berkata selama direhabilitasi ia mulai belajar masak sampai akhirnya bisa jago masak.
Dari situlah kesadaran muncul untuk mengembangkan dirinya menjadi chef profesional.
Ketika kembali ke Manado dia menjadi chef di Hotel Aston Manado.
Selesai kontrak, ia beberapa kali diminta memasak di berbagai kegiatan bergengsi seperti di PON Papua, latihan militer bersama 14 Negara.
Untuk restoran dan cafe sudah cukup banyak dirinya diminta untuk menjadi chef.
Kini Andika merasakan dirinya lebih bebas dari sebelumnya dan dia bersyukur masa lalunya bisa menjadi pelajaran berharga.
"Saya bersyukur dengan kehidupan sekarang yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya ada sukacita dan damai sejahtera yang saya rasakan setiap hari," pungkasnya.
Andika mengingatkan kepada anak-anak muda untuk jauhi narkoba karena sangat berbahaya bagi kesehatan.
"Pesan saya cuma satu jauhi narkoba sebelumnya terlambat.
Yang sudah di terjerumus berjuang untuk keluar sebelum hancur," tutupnya. (Edi)
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Panti Werdha Senja Cerah Mapanget Manado Tampung 50 Lansia, Ada yang Ditelantarkan Keluarga |
![]() |
---|
Ada yang Tak Didatangi Keluarga, Komandan TNI AL Hibur Siswa Dikmata Saat Pelantikan di Manado |
![]() |
---|
Kisah Gen Z Jualan Kopi Keliling di Kota Manado, Sebut Gengsi Bikin Tak Bisa Makan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.