Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Mongol Stres Bakal Diusung PSI Sulawesi Utara Sebagai Caleg

Fenomena artis berpolitik bakal berlanjut di Pilkada 2024.Komika nomor satu Indonesia Mongol Stress bakal diusung PSI Sulut sebagai Caleg DPR RI.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Tribunmanado.co.id/Rhendi Umar
Rony Imannuel alias Mongol Stres. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fenomena artis berpolitik bakal berlanjut di Pilkada 2024.

Komika nomor satu Indonesia Mongol Stress bakal diusung PSI Sulut sebagai Caleg DPR RI.

"Ya kami akan usung Mongol," kata Ketua DPD PSI Sulut Melky Pangemanan, Rabu (4/1/2023).

Dikatakan Melky, Mongol sudah gabung bersama PSI beberapa waktu lalu dan telah bertekad untuk membesarkan PSI.

Selain Mongol, beber dia, ada beberapa vote getter yang memilih gabung PSI.

Mereka tertarik dengan visi PSI yang ingin perubahan dan anti korupsi.

Melky menuturkan, pihaknya baru saja membuka pendaftaran Caleg.

"Rencananya akan ada pansel untuk menyeleksi untuk memilih para caleg," katanya.

Menurut Melky, salah satu syarat utama caleg PSI adalah tidak pernah terlihat korupsi. Syarat itu saklek.

Hadirnya Mongol di PSI diperkirakan akan kian mendongkrak perolehan suara partai tersebut.

Mongol adalah tokoh populer di Sulut.

Sosoknya banyak menginspirasi kaum muda untuk menemukan potensi dan bangkit meraih kesuksesan.

Selain di dunia selebritis, Mongol bergiat di bidang sosial.

Lapangan pengabdiannya juga hingga di keagamaan.

Dan dunia politik bukan sesuatu yang baru baginya.

Mongol aktif di partai Nasdem sebelum pindah ke PSI.

Bahkan ia pernah berniat nyalon sebagai Wali kota Manado.

Di balik kelucuannya, Mongol punya banyak pemikiran brilian di bidang pariwisata.

Bergabungnya Mongol di PSI, ibarat ikan yang terjun ke laut. PSI yang mengakomodasi tokoh muda yang kreatif dan bersih, pas menjadi wadah politik bagi Mongol.

Mongol sendiri gabung PSI lantaran tertarik dengan politik anti mahar.

Ia sendiri kabarnya sudah bersiap untuk nyaleg di PSI. (Art)

Profil Mongol Stres

Mongol Stres adalah komika dan aktor berkebangsaan Indonesia.

Mongol lahir di Manado, Sulawesi Utara, 27 September 1978.

Namanya mulai dikenal publik setelah ia kerap tampil dalam acara Stand Up Comedy Show Motro TV pada 2011.

Mongol mengawali kariernya dengan menjadi pelayan di restoran Padang yang berada di kawasan Menteng.

Hal ini ia lakukan untuk mencari uang agar bisa hidup di Jakarta.

Kala itu ia hijrah ke Jakarta untuk disekolahkan menjadi pendeta. Namun, ia ditipu oleh orang yang ingin menyekolahkannya.

Ia luntang-lantung di Jakarta sampai pada akhirnya bekerja menjadi pelayan di restoran.

Di restoran itu ia bekerja pada pagi hari, sedangkan pada siang hari ia bekerja menjadi loper koran.

Kemudian malam harinya ia bekerja di toko percetakan brosur di Pasar Baru.

Suatu ketika ia mendapat tawaran untuk bekerja pada sebuah manajemen artis.

Ia pun setuju dan ia ditunjuk menjadi asisten sekaligus manager Dirly Idol.

Sayangnya, pada saat itu ada sedikit bencana yang menghantam Mongol hingga akhirnya ia dipecat dari pekerjaan itu.

Karier Mongol Stres mulai membaik setelah ia menjadi komika dan tampil dalam program acara Stand Up Comedy Show Metro TV 2011.

Karena kerap muncul dalam program itu, namanya pun mulai dikenal oleh publik.

Tawaran untuk bermain film pun menghampirinya.

Pada 2013 ia berkesempatan bermain dalam beberapa film seperti Mursala, Operation Wedding, dan Finding Srimulat

Satu tahun kemudian tawaran bermain film kembali menghampirinya.

Pada tahun itu ia bermain dalam film Viva JKT48, Bidadari Pulau Hantu, Comic 8, dan Remember When.

Selain film ia juga bermain dalam sinetron.

Sinetron yang telah berhasil ia perankan adalah Naik Enak Turun Ogah, ABG Jadi Manten, dan Emak Ijah Pengen Ke Mekah.

Tidak hanya itu, Mongol juga memiliki program acara televisi di NET. yang bernama Talkpod.

Dalam program acara itu ia menjadi host bersama dengan Surya Insomnia.

"Pernah Gabung Sekte Setan"

Ia menceritakan dirinya yang sebelum bertobat pernah mengikuti sekte sesat, yaitu menjadi pemimpin gereja setan.

Ia pun mengungkapkan hal yang tidak bisa dilupakannya saat masih menjadi sekte sesat adalah ketika mengikuti perjamuan kudus.

Pengetahuan Mongol mengenai ritual dan keberadaan Gereja Setan di Jakarta, atau yang disebut Local Satanic bukan tanpa alasan.

Hal ini berdasarkan pengalamannya sendiri, yang pernah menjadi leader atau jenderal ketika bergabung dengan Gereja Setan.

Awalnya pada saat Ia remaja sekitar berumur 14 tahun, Mongol sudah menjadi anggota Gereja Setan.

Mendengar ritual mengerikan yang diadakan Gereja Setan, Melaney pun penasaran hal apa yang dilakukan jemaat Gereja Setan ketika santap kasih bersama.

"Santap kasih bersama emang ngapain sih?".

Mongol pun menjelaskan bahwa santap kasih bersama adalah melakukan seks bebas.

Dan hal paling mengejutkan, Mongol mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah melakukan hubungan seks dengan sesamanya, laki-laki. (Ren)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Baca juga: Gerakan Mari Jo Ba Kobong Olly Dondokambey Ampuh Tangani Inflasi dan Resesi, NTP Sulawesi Utara Naik

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved