Ekonomi Indonesia
Era Jokowi Dinilai Ekonominya Lebih Baik Dibanding saat Pemerintahan SBY, Ini Hasil Surveinya
Survei lembaga Charta Politika menunjukkan 47,5 persen responden menyatakan ekonomi Indonesia lebih baik di era Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Hal tersebut dinilai perlu dalam menggambarkan kondisi ekonomi setahun mendatang.
Apalagi, isu soal resesi ekonomi bakal terjadi di tahun 2023, mendatang.
Yunarto menyebut, jika optimisme masyarakat sangat tinggi dalam bidang ekonomi.
"Optimisme 65,4 persen, tidak optimisme 27,2 persen, dan 7,5 persen tidak tahu/tidak menjawab," jelasnya.
Publik Dorong Reshuffle Kabinet
Selain soal kinerja pemerintah, Charta Politika juga memotret soal persepsi publik terhadap para menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Hasilnya, sebanyak 60,5 persen menyatakan puas terhadap kinerja para menteri. Lalu, 32, 7 persen menyatakan tidak puas dan 6,9 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.
Yunarto pun berpandangan, bahwa tingkat kepercayaan yang tinggi publik terhadap Presiden Jokowi masih menjadi faktor bahwa kinerja menteri baik.
"Sosok kepercayaan terhadap presiden dan wapres ini masih menjadi faktor dab lebih punya peran," terangnya.
Meski demikian, publik juga dimintai soal persepsinya apakah perlu di lakukan reshuffle kabinet saat ini.
Hasilnya, 61,8 persen setuju jika dilakukan reshuffle kabinet. Sedangkan, 26,6 persen tidak setuju dan 11,7 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.
"Pekerjaan rumah untuk presiden Jokowi, kalau ingin meninggalkan legecy memastikan bukan hanya dirinya yang dicintai masyarakat, tetapi kinerja dari menterinya bisa menopang kepuasan dan kepercayaan publik terhadap beliau," papar Yunarto.
"Apalagi menjelang Pemilu, ada menteri-menteri yang ingin nyapres, warpres, bahkan menteri dari parpol yang kecenderungan posisi politiknya agak berbeda, ini perlu menjadi catatan terutama di dua tahun terakhir ini," jelas Yunarto.
Sebagai informasi, Survei dilakukan pada tanggal 8 - 16 Desember 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel sebanyak 1220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi.
Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih (2.83 persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Tribun Network/ Yuda).
Telah tayang di Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jokowi-sby-senasib-soal-isu-perpanjangan-masa-jabatan-presiden.jpg)