Ekonomi Indonesia
Era Jokowi Dinilai Ekonominya Lebih Baik Dibanding saat Pemerintahan SBY, Ini Hasil Surveinya
Survei lembaga Charta Politika menunjukkan 47,5 persen responden menyatakan ekonomi Indonesia lebih baik di era Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Berbeda dengan era SBY, Yunarto menerangkan pemerintahan Jokowi menghadapi berbagai situasi seperti Pandemi Covid-19 hingga kondisi geopolitik perang Ukraina dan Rusia.
"Sementara pemerintahan Jokowi mengahadapi situasi pandemi dan geopolitik perang di Ukraina dan Rusia yang berpengaruh terhadap pangan dan energi terutama," ungkap Yunarto.
Selian itu, survei juga memotret soal tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama periode tahun 2022 ini.
Dalan survei terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah meningkat dengan angka tertinggi selama tahun 2022 ini.
"Sangat puas 14,7 persen, cukup puas 58,2 persen. (72,9 persen). Kepuasan ini adalah penjumlahan sangat puas dengan cukup puas," kata Yunarto.
Sementara, ada sebanyak 23,1 persen menyatakan kurang puas dan 2,7 persen tidak puas sama sekali (total 25,8 persen). Sedangkan, yang menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar 1,3 persen.
Yunarto pun mengatakan, bahwa yang menarik jika melihat tren data, baik dari data 2020 sampai hasil evaluasi data di awal hingga akhir 2022, menunjukan ada peningkatan.
Dalam catatan Charta Politika, bahwa sepanjang tahun 2022 ini, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah tertinggi ada di bulan Desember 2022 ini.
Hal tersebut terlihat dari tren data yakni Januari 2022 (71,7 persen), Februari 2022 (65,3 persen), April 2022 (62,9 persen), Juni 2022 (68,4 persen), September 2022 (63,5 persen), November 2022 (69,5 persen) dan Desember 2022 (72,9 persen).
"Situasi-situasi politik, terutama dari sisi dunia internasional kalau kita lihat ada keberhasilan penyelenggaraan G20 di Bali dan situasi politik pun cenderung bisa dikatakan stabil secara elektoral," jelas Yunarto.
Yunarto juga menambahkan, pihaknya juga memotrer soal penilaian publik terhadap kondisi di bidang ekonomi saat ini.
Menurutnya, tren di budang ekonomi mengalami kenaikan seiring tingkat kepuasan kinerja pemerintahan.
"Sangat baik 5,7 persen, baik 47,0 persen, buruk 42,2 persen, sangat buruk 3,8 persen dan 1,5 persen tidak tahu/tidak jawab," ujar Yunarto.
"Jika dilihat tren, sejak November 2022 pertama kalinya di tahun 2022 tingkat persepsi yang menyatakan baik lebih banyak ketimbang buruk. Ini situasi baik, apalagi kita dalam situasi belum lepas dari status pandemi," sambungnya.
Charta Politika juga memotret soal optimisme masyarakat di bidang ekonomi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jokowi-sby-senasib-soal-isu-perpanjangan-masa-jabatan-presiden.jpg)