Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ekonomi Indonesia

Era Jokowi Dinilai Ekonominya Lebih Baik Dibanding saat Pemerintahan SBY, Ini Hasil Surveinya

Survei lembaga Charta Politika menunjukkan 47,5 persen responden menyatakan ekonomi Indonesia lebih baik di era Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Editor: Glendi Manengal
Tribunnews.com
Presiden Jokowi saat bertemu dengan SBY 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Diketahui ekonomi Indonesia saat ini sedang menjadi perhatian.

Di era Presiden Joko Widodo soal ekonomi selalu menjadi sorotan.

Terkait hal tersebut dikarenakan dikaitkan dengan utang negara.

Namun meski utang negara selalu jadi perhatian.

Ternyata dari hasil survei ekonomi Indonesia justru lebih baik dibanding era SBY.

Dimana saat era Jokowi banyak terjadi guncangan seperti Covid-19 hingga geopolitik perang Ukraina dan Rusia.

Berikut ini penjelasan soal survei pemerintahan era Jokowi dan SBY.

Baca juga: Gempa Bumi Hari Ini Jumat 23 Desember 2022, Info BMKG Wilayah Yogyakarta Sudah 5 Kali Dilanda Gempa

Dari hasil survei lembaga Charta Politika menunjukkan 47,5 persen responden menyatakan ekonomi Indonesia lebih baik di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketimbang saat era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, saat era Presiden SBY memimpin, hanya 40,4 persen publik menganggap lebih baik.

Hal itu disampaikan Yunarto rilis survei nasional Catatan Akhir Tahun Tren Persepsi Publik dan Proyeksi Politik Menuju 2024 secara virtual, Kamis (22/12/2022).

"Kalau kita lihat 47,5 persen menyatakan lebih baik pemerintahan Jokowi dan 40,4 persen menyatakan lebih baik pemerintahan SBY," kata Yunarto.

Yunarto menyebut pihaknya meminta tanggapan responden mengenai kemampuan kedua pemimpin tersebut dalam mengelola krisis.

"Dulu Pak SBY mengalami tidak sebesar Pak Jokowi, situasi eksternalnya ada gangguan terkiat berakhirnya commodity boom yang selama pemerintahan SBY itu menjadi kontributor terbesar dari adanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kenaikan harga batu bara, minyak sawit, dan karet," paparnya.

Menurut Yunarto, ekonomi Indonesia mengalami guncang setelah berakhirnya commodity boom.

"Dan kita tahu kecenderungan ekonomi kita agak guncang setelah commodity boom selesai," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved