Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Belajar Sambil Tertidur Bisakah? Berikut Penjelasan Sains

Penelitian menunjukkan bahwa otak yang tidur jauh dari menganggur dan beberapa bentuk pembelajaran dapat terjadi.

Editor: Rizali Posumah
(Tribunnews)
Ilustrasi tidur - Belajar Sambil Tertidur Bisakah? Berikut Penjelasan Sains. 

“Ini adalah temuan jelas yang menunjukkan bahwa manusia dapat membentuk ingatan baru selama tidur,” kata Andrillion, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Meskipun ingatan itu tersirat, itu bisa mempengaruhi perilaku orang. D

alam penelitian tersebut, perokok menggunakan lebih sedikit rokok setelah menghabiskan malam terpapar bau rokok yang dipasangkan dengan telur busuk atau ikan busuk.

Andrillon dan rekan-rekannya telah menemukan bahwa belajar dalam tidur dapat melampaui pengondisian sederhana. Dalam studi mereka tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, subjek dapat memilih pola suara kompleks yang mereka dengar saat tidur.

Kemampuan belajar dalam tidur dapat meluas ke pembelajaran kata-kata. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada bulan Januari, para peneliti memainkan pasangan kata-kata yang dibuat-buat dan artinya, seperti "guga" yang berarti gajah, kepada peserta yang sedang tidur.

Setelah itu, ketika bangun, orang-orang tampil lebih baik daripada kebetulan ketika mereka harus memilih terjemahan yang tepat dari kata-kata yang dibuat-buat dalam tes pilihan ganda.

Kesamaan dari semua penelitian ini adalah bahwa mereka menunjukkan bentuk ingatan yang implisit.

"Ini bukan pengetahuan yang dapat mereka gunakan secara spontan, karena mereka tidak tahu bahwa pengetahuan ini ada," kata Andrillion.

Pertanyaannya adalah, 'Ke mana kita akan pergi dari sana?

Mempelajari bahasa baru melibatkan banyak lapisan berbeda seperti mengenali bunyi, mempelajari kosa kata, dan menguasai tata bahasa.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan bahwa mungkin saja untuk membiasakan diri dengan nada dan aksen suatu bahasa atau bahkan arti kata-kata saat tidur.

Tetapi pada tingkat yang lebih lemah dari apa yang telah kita lakukan sepanjang hari tanpa menyadarinya.

Merangsang otak yang sedang tidur dengan informasi baru cenderung mengganggu fungsi tidur, berdampak negatif pada pemangkasan dan penguatan apa yang telah kita pelajari selama hari sebelumnya.

Meskipun kehilangan kualitas tidur untuk mempelajari beberapa kata bukanlah pertukaran yang cerdas, para peneliti terus mempelajari pembelajaran tidur karena kompromi mungkin sepadan dalam kasus-kasus khusus.

Misalnya, pembelajaran tidur dapat bermanfaat ketika orang perlu mengubah kebiasaan atau mengubah ingatan yang mengganggu dalam kasus fobia dan gangguan stres pascatrauma.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved